Jawa Pos Radar Madiun – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di lereng Gunung Lawu mulai diantisipasi.
Polres Magetan bersama Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Lawu Ds dan sejumlah instansi terkait membangun firebreak atau jalur ilaran api sepanjang 1,8 kilometer di kawasan Cemorosewu sebagai langkah mitigasi menghadapi musim kemarau.
Pembuatan sekat bakar dipusatkan di petak 73B6 kawasan hutan Desa Ngancar yang berbatasan langsung dengan Kelurahan Sarangan.
Sebanyak ratusan personel gabungan dari Polsek Plaosan, Perhutani, Tentara Nasional Indonesia (TNI), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), relawan, dan masyarakat bergotong royong membersihkan serasah serta vegetasi kering yang berpotensi menjadi bahan bakar api.
Kapolsek Plaosan AKP Agus Budi Witarno mengatakan, jalur ilaran api tersebut berfungsi sebagai sekat pemisah vegetasi untuk memutus sekaligus memperlambat laju rambatan api apabila terjadi kebakaran hutan.
"Langkah preventif ini merupakan tindak lanjut Rakor Kesiapsiagaan Kekeringan dan Karhutla 2026 bersama Forkopimda Magetan. Sekat bakar ini jadi benteng pertahanan vital agar kobaran api tidak meluas ke area hutan lindung lainnya," terang Agus, Kamis (30/7).
Selain melakukan mitigasi, Agus juga mengimbau pendaki, wisatawan, maupun masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran hutan selama musim kemarau.
"Jangan membuat perapian sembarangan, membakar lahan, atau membuang puntung rokok yang masih menyala di hutan. Bila menemukan titik asap, segera laporkan ke pos terdekat agar bisa dipadamkan dengan cepat," tandasnya. (ril/naz)
Editor : Hengky Ristanto