Lantik 128 Kepala Sekolah, Bupati Magetan Titip Pesan Khusus Soal Darurat Sampah

Aprilita Sari • Dipublikasikan Sabtu, 1 Agustus 2026 | 11:00 WIB
PESAN KHUSUS: Bupati Magetan Nanik Endang Rusminiarti memberi ucapan selamat kepada 128 kepala sekolah sekaligus meminta mereka menjadi pelopor pengelolaan sampah di sekolah. AJI PUTRA/RADAR MAGETAN
PESAN KHUSUS: Bupati Magetan Nanik Endang Rusminiarti memberi ucapan selamat kepada 128 kepala sekolah sekaligus meminta mereka menjadi pelopor pengelolaan sampah di sekolah. AJI PUTRA/RADAR MAGETAN

Jawa Pos Radar Madiun – Bupati Magetan Nanik Endang Rusminiarti menitipkan pesan khusus kepada 128 kepala sekolah jenjang TK, SD, dan SMP yang baru dilantik di Gedung Korpri Magetan, Jumat (31/7).

Mereka diminta menjadi pelopor pengelolaan sampah sekaligus mengedukasi peserta didik tentang potensi lokal pertanian dan peternakan.

Bupati yang akrab disapa Nanik Sumantri itu mengatakan, persoalan sampah di Magetan sudah menjadi perhatian serius.

Karena itu, sekolah diharapkan menjadi garda terdepan dalam membangun budaya peduli lingkungan.

"Magetan saat ini sudah darurat sampah. Saya berpesan kepada para kepala sekolah yang baru dilantik, persoalan sampah harus tuntas di lingkungan sekolah masing-masing. Jadilah teladan agar edukasi pengelolaan sampah bisa menjalar hingga tingkat desa dan permukiman," ujarnya.

Menurut Nanik, kepala sekolah memiliki peran strategis dalam membentuk karakter peserta didik.

Kepemimpinan kepala sekolah tidak hanya diukur dari integritas, disiplin, dan etika, tetapi juga kepedulian terhadap pelestarian lingkungan.

Selain mengelola sampah, para kepala sekolah juga diharapkan mengenalkan potensi pertanian dan peternakan lokal kepada siswa sejak dini sebagai bagian dari pendidikan berbasis kearifan lokal.

Senada, Wakil Bupati Magetan Suyatni Priasmoro menegaskan penanganan persoalan sampah tidak dapat dibebankan sepenuhnya kepada Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan (DLHP).

Menurutnya, dunia pendidikan memiliki peran penting dalam membangun kebiasaan menjaga lingkungan.

"Pembiasaan peduli lingkungan ini harus dimulai dari proses pembelajaran di sekolah," ujarnya. (ril/naz)

Editor : Hengky Ristanto
kepala sekolah pengelolaan sampah bupati magetan pendidikan lingkungan