BPBD Magetan Petakan Kawasan Rawan Karhutla, Perkuat Mitigasi Selama Musim Kemarau

Aprilita Sari • Dipublikasikan Sabtu, 1 Agustus 2026 | 15:30 WIB
PERKUAT MITIGASI: BPBD Magetan bersama TNI, Polri, Perhutani, dan relawan menyusun strategi pencegahan karhutla melalui rapat koordinasi lintas sektoral.
PERKUAT MITIGASI: BPBD Magetan bersama TNI, Polri, Perhutani, dan relawan menyusun strategi pencegahan karhutla melalui rapat koordinasi lintas sektoral.

Jawa Pos Radar Madiun – BPBD Magetan memperkuat langkah mitigasi menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama musim kemarau.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah memetakan kawasan rawan sebagai dasar penyusunan strategi pencegahan.

Kepala Pelaksana BPBD Magetan Eka Radityo mengatakan, kawasan hutan di lereng Gunung Lawu masih menjadi wilayah dengan tingkat kerawanan karhutla tertinggi.

Selain itu, kawasan Gunung Bancak, Gunung Blego, Gunung Bungkuk, serta sejumlah hutan yang memiliki riwayat kebakaran juga masuk prioritas pengawasan.

"Lewat pemetaan presisi ini, kami bisa menentukan formula pencegahan yang lebih terarah. Mulai dari intensitas patroli, sosialisasi, hingga kesiapan siaga personel dan armada pendukung," ujarnya.

Untuk memperkuat kesiapsiagaan, BPBD menggelar rapat koordinasi lintas sektoral yang melibatkan TNI, Polri, Perhutani, organisasi perangkat daerah (OPD), serta relawan kebencanaan.

Forum tersebut menyepakati penguatan sinergi antarinstansi dalam upaya pencegahan dan penanganan karhutla selama musim kemarau.

Dalam rapat itu juga disepakati penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) Pengendalian Karhutla Kabupaten Magetan Tahun 2026.

SOP tersebut mengatur tahapan pencegahan, mitigasi, penanganan darurat, hingga pemulihan pascabencana.

"Sinergi terstruktur jadi kunci upaya preventif," tandas Eka. (ril/naz)

Editor : Hengky Ristanto
mitigasi bencana BPBD Magetan karhutla gunung lawu