Jawa Pos Radar Madiun – Masyarakat Magetan diminta meningkatkan kewaspadaan menghadapi dampak musim kemarau.
Fenomena El Nino berkategori moderat diperkirakan memicu cuaca lebih panas, minim hujan, hingga meningkatkan risiko kekeringan dan kebakaran hutan serta lahan (karhutla).
Pengamat Meteorologi dan Geofisika (PMG) Tingkat Madya Stasiun Geofisika III BMKG Nganjuk Setyaris mengatakan, indeks Nino 3.4 saat ini berada di angka +1,74 yang menunjukkan kondisi El Nino moderat.
"Wilayah Magetan berpotensi mengalami cuaca panas dengan curah hujan yang minim. Warga perlu mewaspadai ancaman kekeringan, terutama di area pertanian tadah hujan," ujarnya, Senin (3/8).
Menurut Setyaris, fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) yang berada pada fase netral serta Madden-Julian Oscillation (MJO) yang belum aktif membuat pembentukan awan hujan belum optimal.
Kondisi tersebut diperkuat angin timuran hingga tenggara di lapisan 3.000 kaki dengan kecepatan 22–27 knot yang menjadi ciri musim kemarau.
Meski sempat muncul gangguan atmosfer berupa gelombang Rossby dan Kelvin yang memicu hujan lokal hingga awal Agustus, secara umum cuaca kering masih mendominasi wilayah Magetan.
BMKG mengimbau masyarakat menghemat penggunaan air bersih, menjaga kondisi kesehatan, serta tidak melakukan pembakaran sampah maupun membuka lahan dengan cara dibakar karena berpotensi memicu karhutla.
"Potensi karhutla meningkat saat musim kemarau. Kami mengimbau masyarakat menghindari aktivitas pembakaran terbuka dan rutin memantau informasi cuaca resmi BMKG," pungkasnya. (ril/naz)
Editor : Hengky Ristanto