Jawa Pos Radar Madiun – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Magetan memperkuat kelembagaan Gabungan Himpunan Petani Pemakai Air (GHIPPA) sebagai langkah menghadapi musim kemarau.
Di saat bersamaan, pemerintah pusat mengalokasikan anggaran Rp 13,74 miliar untuk pembangunan dan rehabilitasi infrastruktur irigasi di Magetan.
Kepala DPUPR Magetan Muhtar Wakid mengatakan, penguatan kapasitas pengurus GHIPPA maupun HIPPA menjadi prioritas agar distribusi air irigasi tetap berjalan efektif selama musim kemarau.
"Lewat penguatan kelembagaan ini, setiap kendala teknis irigasi, pembagian giliran air, hingga potensi konflik di lapangan bisa langsung dirumuskan solusinya secara musyawarah antarpetani," ujarnya, Senin (3/8).
Menurut Muhtar, pemerintah daerah juga terus memfasilitasi pembangunan sarana pendukung irigasi, mulai embung hingga pengajuan bantuan infrastruktur kepada pemerintah provinsi dan pusat.
Saat ini, Magetan memiliki 30 GHIPPA dan 110 HIPPA yang mengelola jaringan irigasi di berbagai wilayah.
Selain itu, lebih dari 120 titik sumur irigasi disiapkan untuk menjaga pasokan air bagi lahan pertanian selama musim kemarau.
Penguatan infrastruktur tersebut mendapat dukungan pemerintah pusat.
DPUPR memastikan pembangunan dua sumur beserta jaringan perpipaan senilai Rp 3,9 miliar serta tiga paket rehabilitasi jaringan irigasi senilai Rp 9,8 miliar telah disetujui.
"Total alokasi anggaran pusat mencapai Rp 13,74 miliar untuk tahun anggaran 2026. Seluruh proyek infrastruktur air baku ini dikerjakan pemerintah pusat guna memperkuat ketahanan pangan di Magetan," pungkasnya. (ril/naz)
Editor : Hengky Ristanto