45 Kebakaran Lahan Terjadi di Magetan, BPBD Ingatkan Bahaya Musim Kemarau

Aprilita Sari • Dipublikasikan Selasa, 4 Agustus 2026 | 10:24 WIB
TERBANYAK: Kebakaran lahan masih mendominasi penanganan kebakaran di Kabupaten Magetan sepanjang 2026. FOTO: AJI PUTRA/RADAR MAGETAN
TERBANYAK: Kebakaran lahan masih mendominasi penanganan kebakaran di Kabupaten Magetan sepanjang 2026. FOTO: AJI PUTRA/RADAR MAGETAN

Jawa Pos Radar Madiun – Kebakaran lahan masih menjadi bencana yang paling sering terjadi di Kabupaten Magetan sepanjang 2026.

Terbaru, api menghanguskan lahan tebu seluas sekitar 1.000 meter persegi di Desa Malang, Kecamatan Maospati, Senin (3/8).

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Magetan Eka Radityo mengatakan, laporan kebakaran diterima melalui call center pada pukul 13.15.

Tim gabungan BPBD dan Damkar tiba di lokasi sekitar 15 menit kemudian dan berhasil memadamkan api sekitar pukul 15.00.

"Tidak sampai merembet ke permukiman. Tidak ada korban jiwa dalam musibah ini," ujarnya.

Kepala Bidang Damkar Satpol PP dan Damkar Magetan Ali Sukamto mengungkapkan, sejak Januari hingga 3 Agustus 2026, petugas telah menangani 69 kejadian kebakaran.

Dari jumlah tersebut, 45 kasus merupakan kebakaran lahan yang sebagian besar dipicu aktivitas pembakaran lahan secara sembarangan.

"Kebakaran lahan tebu milik warga di Maospati menjadi peringatan keras. Kondisi vegetasi yang mengering di puncak musim kemarau membuat percikan api sekecil apa pun cepat membesar," tegas Ali, Selasa (4/8).

Karena itu, pihaknya mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau.

Warga diminta tidak membuang puntung rokok, menghindari pembakaran sampah di lahan terbuka, serta memastikan instalasi listrik dan kompor rumah dalam kondisi aman guna mencegah kebakaran akibat korsleting maupun kelalaian. (ril/naz)

Editor : Hengky Ristanto
BPBD Magetan damkar musim kemarau kebakaran lahan