Jawa Pos Radar Madiun – Pembangunan lapangan padel di Desa Pandeyan, Kecamatan Maospati, Kabupaten Magetan, terhenti sementara setelah pekerja menemukan granat fragmentasi aktif, Rabu (5/8).
Benda peledak itu diduga merupakan peninggalan Perang Dunia II.
Granat ditemukan sekitar pukul 09.30 WIB saat pekerja meratakan tanah timbunan di lahan milik Aris, 55.
Awalnya, benda tersebut dikira batu hingga sempat terkena pacul dan dilempar.
"Saya kira batu. Setelah dipegang ternyata seperti besi. Baru setelah dilihat teman-teman diduga granat," ujar Maeran, pekerja yang menemukan benda tersebut.
Temuan itu segera dilaporkan kepada Babinsa dan Polsek Maospati.
Polisi kemudian berkoordinasi dengan Tim Penjinak Bom (Jibom) Detasemen Gegana Satbrimob Polda Jawa Timur untuk melakukan evakuasi.
Baca Juga: Perjalanan Dua Dekade SATCF, Unit Punk Legendaris Malang yang Lahir dari Skena Lokal
Operator Jibom Detasemen Gegana Satbrimob Polda Jatim Aipda Gunanto memastikan benda tersebut merupakan granat fragmentasi militer yang masih aktif.
"Granat ini masih aktif. Kami evakuasi ke Surabaya untuk dimusnahkan sesuai prosedur," katanya.
Gunanto menjelaskan, granat tersebut memiliki daya ledak tinggi sehingga proses evakuasi dilakukan sesuai standar operasional guna menghindari risiko bagi warga maupun petugas.
Kapolsek Maospati Kompol Vista Dwi Pujiningsih mengatakan, polisi langsung mensterilkan area proyek setelah menerima laporan.
Lokasi ditutup sementara hingga proses evakuasi selesai.
"Lokasi sudah kami sterilkan hingga granat berhasil dievakuasi. Setelah itu situasi kembali dinyatakan aman," ujarnya. (ril/her)
Editor : Hengky Ristanto