KANCIL SLBN Karangrejo Magetan, Siapkan ABK sebelum Masuk Kelas Reguler

Aprilita Sari • Dipublikasikan Jumat, 7 Agustus 2026 | 13:10 WIB
PENDAMPINGAN INDIVIDUAL: Guru SLBN Karangrejo mendampingi siswa berkebutuhan khusus secara personal melalui program KANCIL sebagai persiapan sebelum mengikuti pembelajaran klasikal. (Aji Putra/Jawa Pos Radar Magetan)
PENDAMPINGAN INDIVIDUAL: Guru SLBN Karangrejo mendampingi siswa berkebutuhan khusus secara personal melalui program KANCIL sebagai persiapan sebelum mengikuti pembelajaran klasikal. (Aji Putra/Jawa Pos Radar Magetan)

Jawa Pos Radar Madiun – Tak semua anak berkebutuhan khusus (ABK) bisa langsung mengikuti pembelajaran secara klasikal.

Perbedaan kemampuan fokus, perilaku, hingga kesiapan belajar membuat sebagian siswa membutuhkan pendampingan khusus sebelum bergabung dengan teman-temannya di kelas.

Kondisi tersebut mendasari SLB Negeri (SLBN) Karangrejo menerapkan Kelas Anak dengan Capaian Individual (KANCIL).

Program berbasis Pembelajaran Individual (PPI) itu menjadi kelas transisi untuk mempersiapkan siswa sebelum mengikuti pembelajaran klasikal.

Guru Kelas PPI SLBN Karangrejo Yeni Widyowati mengatakan, setiap murid baru terlebih dahulu menjalani asesmen diagnostik.

Tahapan tersebut digunakan untuk memetakan kesiapan, kedisiplinan, serta kebutuhan belajar masing-masing anak.

‘’Bila hasil asesmen menunjukkan anak belum bisa fokus, belum patuh, atau belum siap belajar secara klasikal, maka wajib mengikuti kelas KANCIL dulu,’’ ujar Yeni, Jumat (7/8).

Pendampingan dalam KANCIL menerapkan pola satu guru untuk satu siswa.

Setiap anak mendapatkan pembelajaran secara personal selama satu jam sehingga guru dapat lebih fokus menyesuaikan metode belajar dengan kebutuhan siswa.

Materi pada tahap awal tidak langsung berorientasi pada kemampuan akademik.

Guru lebih dulu membangun perilaku dasar yang dibutuhkan anak untuk mengikuti proses pembelajaran.

Siswa, misalnya, dibiasakan duduk tenang dan dilatih mengikuti arahan.

Stimulasi kemampuan motorik juga diberikan melalui berbagai permainan edukatif.

Pendampingan secara personal tersebut diharapkan membuat proses transisi menuju kelas klasikal berjalan lebih optimal.

Anak baru digabungkan dengan siswa lainnya setelah dinilai memiliki konsentrasi dan perilaku dasar yang memadai.

Yeni menargetkan masa transisi siswa dalam program KANCIL berlangsung paling lama satu tahun.

Saat ini, SLBN Karangrejo memiliki tiga kelas PPI yang mayoritas diikuti siswa kelas I dan II SD.

‘’Dengan pendampingan privat, fokus guru dan siswa jauh lebih optimal. Begitu perilaku dasar dan konsentrasinya terbentuk, siswa langsung digabung ke kelas klasikal bersama kawan-kawannya,’’ pungkasnya. (ril/naz)

Editor : Hengky Ristanto
SLBN Karangrejo pendidikan ABK KANCIL magetan