Jawa Pos Radar Madiun – Puluhan pejabat eselon III di lingkungan Pemkab Magetan kembali digembleng.
Sebanyak 40 pejabat administrator mengikuti Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) yang berlangsung hingga Oktober mendatang.
Pelatihan tersebut tak sekadar untuk memenuhi kualifikasi jabatan.
Para peserta juga dituntut mampu menjadi agen perubahan sekaligus melahirkan inovasi pelayanan publik di instansi masing-masing.
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Magetan Masruri mengatakan, pejabat eselon III wajib mengantongi kualifikasi PKA sesuai regulasi kepegawaian.
Saat ini, seluruh peserta masih menjalani tahapan pembelajaran secara daring.
‘’PKA berlangsung hingga Oktober dengan total 40 peserta. Saat ini seluruh peserta masih berkutat pada tahapan pembelajaran online,’’ ujar Masruri, Jumat (7/8).
Masruri menegaskan, pendidikan kepemimpinan tersebut bukan sebatas formalitas maupun prasyarat jabatan.
PKA juga diarahkan untuk membentuk pola pikir aparatur agar mampu membawa perubahan di lingkungan kerjanya.
Para pejabat dituntut tidak sekadar menjalankan rutinitas birokrasi.
Mereka diharapkan mampu menciptakan berbagai terobosan dan inovasi yang bermuara pada peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Di sisi lain, pelaksanaan PKA tetap memperhatikan kebijakan efisiensi anggaran daerah.
Namun, kondisi tersebut dipastikan tidak mengurangi komitmen Pemkab Magetan dalam meningkatkan kualitas sumber daya aparatur.
‘’Meskipun diselenggarakan dengan mengedepankan efisiensi anggaran daerah, komitmen pengembangan kompetensi ASN tetap menjadi prioritas utama demi mengoptimalkan tata kelola pemerintahan,’’ tandasnya. (ril/naz)
Editor : Hengky Ristanto