Kasus Diare Akut di Magetan Melonjak, Pneumonia Naik Empat Kali Lipat

Aprilita Sari • Dipublikasikan Sabtu, 8 Agustus 2026 | 16:30 WIB
WASPADA PENYAKIT: Kasus diare akut di Kabupaten Magetan meningkat dari 270 menjadi 301 pada pekan ke-29 tahun 2026. (Ilustrasi/Aji Putra/Jawa Pos Radar Magetan)
WASPADA PENYAKIT: Kasus diare akut di Kabupaten Magetan meningkat dari 270 menjadi 301 pada pekan ke-29 tahun 2026. (Ilustrasi/Aji Putra/Jawa Pos Radar Magetan)

Jawa Pos Radar Madiun – Musim pancaroba mulai berdampak terhadap kesehatan masyarakat di Kabupaten Magetan.

Sejumlah penyakit menunjukkan tren peningkatan pada pekan ke-29 tahun 2026.

Diare akut mencatat kasus terbanyak, sedangkan pneumonia melonjak hingga empat kali lipat.

Berdasarkan data IBS Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR) pekan ke-29, kasus diare akut meningkat dari 270 menjadi 301 kasus.

Artinya, terdapat penambahan 31 kasus dibandingkan periode sebelumnya.

Lonjakan juga terjadi pada pneumonia. Jumlah kasus meningkat dari empat menjadi 16 atau bertambah 12 kasus.

Sementara itu, suspek campak bertambah dari satu menjadi enam kasus.

Tiga kasus disentri juga muncul setelah sebelumnya tidak ditemukan kasus.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Magetan Suwantiyo mengatakan, perubahan cuaca selama pancaroba menjadi salah satu faktor yang perlu diwaspadai masyarakat.

‘’Kondisi siang hari terik dan berdebu, sementara malam hari bersuhu dingin. Debu menerbangkan kotoran, bakteri, dan virus. Perubahan suhu drastis ini menggerus daya tahan tubuh warga,’’ ujar Suwantiyo, Sabtu (8/8).

Dinkes meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan dengan memperketat Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Terutama menjaga kebersihan diri, lingkungan, serta makanan yang dikonsumsi.

Masyarakat juga disarankan rutin berolahraga, mencukupi waktu istirahat, serta mengonsumsi makanan bergizi untuk menjaga kondisi tubuh di tengah perubahan cuaca.

Kebersihan dalam pengolahan makanan menjadi perhatian khusus.

Sebab, makanan maupun peralatan yang tidak higienis dapat meningkatkan risiko penularan penyakit saluran pencernaan seperti diare.

‘’Kunci utamanya ada pada imunitas. Penerapan PHBS dan mengolah makanan secara higienis ampuh membendung serangan penyakit di musim pancaroba,’’ pesannya. (ril/naz)

Editor : Hengky Ristanto
Penyakit Pancaroba magetan pneumonia diare dinkes magetan