Jawa Pos Radar Madiun – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mengintai kawasan Gunung Lawu seiring datangnya musim kemarau.
Perhutani BKPH Lawu Selatan meningkatkan kesiapsiagaan sekaligus memperketat langkah mitigasi untuk melindungi kawasan hutan di sisi selatan gunung tersebut.
Asper BKPH Lawu Selatan Mulyadi mengatakan, kewaspadaan tetap ditingkatkan meski kejadian karhutla sebelumnya berlangsung di wilayah BKPH Lawu Utara KPH Surakarta.
Seluruh personel BKPH Lawu Selatan KPH Lawu DS tetap disiagakan untuk mengantisipasi munculnya titik api selama musim kemarau.
’’Ancaman kebakaran bisa muncul kapan saja. Walaupun insiden kemarin di wilayah Lawu Utara, kami tidak boleh lengah sedikit pun,’’ ujar Mulyadi, Minggu (9/8).
Kondisi vegetasi Gunung Lawu yang mulai mengering menjadi perhatian. Percikan api kecil berpotensi dengan cepat memicu kebakaran dan merembet ke kawasan hutan.
Karena itu, masyarakat yang tinggal maupun beraktivitas di sekitar kawasan hutan diminta meningkatkan kewaspadaan.
Petani di wilayah perbatasan hutan juga diingatkan memastikan sisa pembakaran serasah benar-benar padam sebelum meninggalkan lokasi.
Baca Juga: Diisi Pentolan The Brandals hingga Twisted Games, Rawblue Kenalkan Identitas Baru di Chronic Blue
Peringatan serupa diberikan kepada para pendaki Gunung Lawu.
Mereka dilarang keras membuat api unggun di sepanjang jalur pendakian selama kondisi vegetasi mengering.
Tak hanya mengandalkan imbauan, Perhutani juga memperkuat mitigasi di lapangan.
Sekat bakar sepanjang 1,90 kilometer telah rampung dibuat di kawasan selatan Blok Cemorosewu.
Keberadaan sekat tersebut menjadi salah satu upaya mencegah api merambat lebih luas apabila terjadi kebakaran di kawasan hutan.
Pencegahan bakal diperluas ke wilayah lain. Perhutani menjadwalkan pembangunan sekat bakar berikutnya di Blok Ngiliran, Kecamatan Panekan.
’’Pekan depan pembuatan sekat bakar dilanjutkan ke Blok Ngiliran, Panekan. Kerja sama seluruh pihak sangat dibutuhkan agar kawasan Gunung Lawu tetap lestari dan terbebas dari karhutla,’’ pungkasnya. (ril/naz)
Editor : Hengky Ristanto