Minat Baca Magetan Capai 24.894 Aktivitas, Literasi Digital Mulai Diminati Warga

Aprilita Sari • Dipublikasikan Senin, 10 Agustus 2026 | 17:15 WIB
PERKUAT LITERASI: Masyarakat mengakses koleksi bacaan di layanan perpustakaan sebagai upaya meningkatkan budaya baca di Magetan. AJI PUTRA/RADAR MAGETAN
PERKUAT LITERASI: Masyarakat mengakses koleksi bacaan di layanan perpustakaan sebagai upaya meningkatkan budaya baca di Magetan. AJI PUTRA/RADAR MAGETAN

Jawa Pos Radar Madiun – Budaya literasi masyarakat Kabupaten Magetan menunjukkan perkembangan positif.

Sepanjang Januari hingga Juni 2026, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Magetan mencatat sebanyak 24.894 aktivitas kunjungan literasi.

Capaian tersebut menjadi salah satu indikator keberhasilan program pemerintah daerah dalam meningkatkan minat baca masyarakat.

Berbagai kegiatan literasi terus dilakukan agar budaya membaca semakin melekat di tengah masyarakat.

Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Magetan Endang Ambarwati mengatakan, capaian tersebut tidak lepas dari sejumlah program yang secara konsisten dijalankan untuk mendekatkan masyarakat dengan bahan bacaan.

''Total bulan Januari sampai Juni 24.894. Beberapa kegiatan kita lakukan untuk menumbuhkan minat baca, indikator tersebut tercapai,'' ujarnya, Senin (10/8).

Menurut Endang, upaya meningkatkan budaya baca tidak hanya dilakukan melalui layanan perpustakaan.

Dinas juga menggelar berbagai kegiatan kreatif yang menyasar anak-anak dan generasi muda.

Sejumlah program seperti lomba bertutur, lomba resensi buku, hingga duta baca menjadi sarana untuk mengenalkan literasi dengan cara yang lebih menarik.

Kegiatan tersebut diharapkan mampu membangun ketertarikan anak terhadap aktivitas membaca sejak dini.

''Lomba-lomba seperti bertutur, lomba resensi buku, dan lomba duta baca itu memang arahnya untuk menumbuhkan minat baca, terutama anak-anak,'' jelasnya.

Di tengah perkembangan teknologi, pola masyarakat dalam memperoleh informasi juga mengalami perubahan.

Aktivitas membaca kini tidak hanya dilakukan melalui buku fisik, tetapi mulai bergeser ke berbagai platform digital.

Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Magetan pun menyediakan layanan bacaan digital melalui e-book dan e-Perpusda.

Layanan tersebut menjadi alternatif bagi masyarakat yang ingin mengakses bahan bacaan secara lebih praktis.

Selain menyediakan fasilitas digital, penguatan literasi digital juga terus dilakukan agar masyarakat mampu memanfaatkan teknologi secara tepat untuk mendapatkan informasi.

''Sekarang minat baca tidak hanya dalam bentuk buku, tetapi juga digital. Di kita ada layanan e-book, e-Perpusda, termasuk penguatan literasi digital,'' pungkas Endang. (ril/her)

Editor : Hengky Ristanto
e-perpusda dinas arpus magetan magetan minat baca literasi digital