Jawa Pos Radar Madiun – Tren kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Kabupaten Magetan menunjukkan penurunan pada pekan ke-29 tahun 2026.
Kendati demikian, Dinas Kesehatan (Dinkes) tetap meminta masyarakat menjaga kondisi tubuh di tengah perubahan cuaca.
Selain ISPA, sejumlah penyakit lain juga mengalami penurunan. Di antaranya suspek demam tifoid, suspek dengue, serta sindrom jaundice akut.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Magetan Suwantiyo mengatakan, kondisi kasus penyakit tersebut masih dalam kategori terkendali.
Tidak ada lonjakan maupun penurunan ekstrem dalam beberapa pekan terakhir.
“Berdasarkan data kumulatif, kasus ISPA di Magetan masih normatif. Minggu ini memang ada penurunan, tetapi tidak terjadi kenaikan atau penurunan yang tajam,” katanya, Senin (10/8).
Berdasarkan data IBS SKDR, kasus ISPA tercatat turun dari 961 kasus menjadi 920 kasus.
Sementara suspek demam tifoid berkurang dari 52 menjadi 44 kasus.
Penurunan juga terjadi pada suspek dengue yang turun dari 14 menjadi 13 kasus.
Sedangkan sindrom jaundice akut berkurang dari lima menjadi dua kasus.
Meski tren penyakit menunjukkan perbaikan, Dinkes Magetan tetap mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan pola hidup sehat.
Sebab, kondisi pancaroba dengan perbedaan suhu yang cukup ekstrem masih berpotensi memengaruhi daya tahan tubuh.
Suwantiyo mengimbau masyarakat memperkuat imunitas melalui kebiasaan sederhana.
Mulai rutin berolahraga, mencukupi waktu istirahat, mengonsumsi makanan bergizi, hingga memastikan pengolahan makanan dilakukan secara higienis.
“Yang terpenting adalah menjaga kesehatan dengan olahraga, istirahat cukup, makan bergizi, mengolah makanan secara higienis, serta menerapkan PHBS agar risiko penyakit dapat ditekan,” pungkasnya. (ril/her)
Editor : Hengky Ristanto