Jawa Pos Radar Madiun – Tak ada deretan karangan bunga untuk memeriahkan peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia di Magetan tahun ini.
Pemkab memilih mengalihkan tradisi tersebut menjadi bantuan yang manfaatnya dapat dirasakan langsung masyarakat.
Karangan bunga dari organisasi perangkat daerah (OPD), BUMD, dunia usaha, hingga elemen masyarakat diganti dengan Bingkisan Kemerdekaan.
Bantuan berupa sembako itu akan disalurkan kepada penyandang disabilitas berat dan lanjut usia (lansia) hingga pelosok Magetan.
Kebijakan tersebut tidak sekadar memberikan sentuhan berbeda pada peringatan Hari Kemerdekaan.
Pemkab Magetan ingin momentum 17 Agustus sekaligus memperkuat kepedulian sosial dan efisiensi anggaran.
Langkah itu juga diharapkan dapat mengurangi timbulan sampah di ruang publik yang biasanya muncul dari berbagai atribut perayaan.
Sekretaris Daerah (Sekda) Magetan Welly Kristanto yang juga Ketua Panitia HUT ke-81 RI di Magetan mengatakan, perayaan kemerdekaan tahun ini diarahkan agar memberikan manfaat lebih konkret kepada masyarakat.
‘’Kami ingin kemeriahan HUT RI diimprovisasi menjadi program yang manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat,’’ ujar Welly, Selasa (11/8).
Tak berhenti pada Bingkisan Kemerdekaan. Pemkab Magetan juga menyiapkan program Merdeka Sarapan sebagai bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 RI.
Lebih dari 2.026 porsi sarapan gratis akan dibagikan selepas Upacara Detik-Detik Proklamasi.
Makanan tersebut diperuntukkan bagi peserta upacara, tamu undangan, hingga masyarakat umum.
Program itu sekaligus menggandeng pelaku usaha lokal.
Sebanyak 17 UMKM dilibatkan untuk menyediakan ribuan porsi makanan sehingga momentum kemerdekaan turut memberikan dampak ekonomi bagi usaha setempat.
Bupati Magetan Nanik Endang Rusminiarti mengapresiasi keterlibatan berbagai pihak dalam menyukseskan rangkaian peringatan HUT ke-81 RI di Magetan.
‘’Semoga semangat kebersamaan dan kepedulian ini membawa kebaikan bagi seluruh masyarakat Magetan,’’ tuturnya. (ril/naz)
Editor : Hengky Ristanto