Jawa Pos Radar Madiun – Operasional dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Magetan mendapat atensi serius.
Enam Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) berstatus suspend atau dihentikan sementara akibat berbagai persoalan, mulai instalasi pengolahan air limbah (IPAL), sarana-prasarana hingga indikasi kejadian luar biasa (KLB).
Dandim 0804/Magetan Letkol Inf Omi Girindra Sasminto mengatakan, kondisi tersebut harus menjadi bahan evaluasi menyeluruh. Pengawasan operasional SPPG pun diminta semakin diperketat.
Dari total 70 SPPG di Magetan, empat dapur masih dalam proses operasional dan 66 dapur telah berdiri. Namun, enam di antaranya kini berstatus suspend.
’’Enam SPPG yang di-suspend perinciannya dua karena masalah IPAL, satu kendala sarpras, serta dua akibat indikasi kejadian luar biasa (KLB) yang kini diinvestigasi. Satu SPPG lagi terjerat masalah penipuan,’’ beber Omi, Senin (17/8).
Omi menilai berbagai persoalan tersebut perlu menjadi bahan pembenahan agar kejadian serupa tidak berulang.
Terutama menyangkut standar operasional dan keamanan pangan bagi penerima manfaat MBG.
Pengelola SPPG juga diminta belajar dari berbagai persoalan pelaksanaan program serupa di daerah lain.
Evaluasi dinilai penting mengingat dapur MBG berhubungan langsung dengan penyediaan makanan dalam jumlah besar.
Pengawasan pun bakal diperkuat melalui koordinasi lintas instansi. Kodim 0804/Magetan menyelaraskan pengawasan bersama kepolisian dan Satgas MBG.
’’Kami menyelaraskan pengetatan pengawasan bersama polres dan satgas MBG. Penyatuan data dan komunikasi antarpihak terus dipadukan agar fungsi kontrol efektif dan higienitas pangan terjamin,’’ tegasnya.
Tak hanya keamanan pangan, rantai pasok dapur MBG turut menjadi perhatian.
Mengacu Perpres 115/2025, tata kelola program MBG mengamanatkan prioritas pemanfaatan produk lokal dan UMKM.
Untuk menjaga stabilitas pasokan sekaligus mencegah monopoli pengadaan bahan pangan, setiap SPPG di Magetan diwajibkan menggandeng sedikitnya 15 supplier lokal.
Skema tersebut diharapkan membuat manfaat ekonomi program MBG tidak berhenti pada penerima makanan, tetapi ikut menggerakkan peternak, produsen pangan, UMKM, serta pemasok lokal di Magetan. (ril/naz)
Editor : Hengky Ristanto