Jawa Pos Radar Madiun – Sepeda gantung hingga spot foto bernuansa Jepang pernah menjadi magnet Taman Wisata Genilangit di Kecamatan Poncol, Magetan.
Destinasi di kawasan lereng gunung tersebut sempat mencapai masa kejayaan ketika tren wisata swafoto sedang booming.
Namun, tren wisata berubah. Pamor spot selfie perlahan meredup dan berdampak terhadap kunjungan.
Pengelola Taman Wisata Genilangit pun memilih beradaptasi dengan menawarkan aktivitas wisata alam yang kini semakin diminati.
Pergeseran tren menuju trekking dan aktivitas outdoor ditangkap sebagai peluang.
Sejak Juli 2025, pengelola membuka jalur pendakian Gunung Kendil sebagai daya tarik baru bagi wisatawan.
Petugas loket pendakian Taman Wisata Genilangit Andik Sugiarno mengatakan, destinasi tersebut mulai ramai sebagai tempat wisata swafoto sejak 2017.
Popularitasnya bertahan hingga masa pandemi. Setelah itu, tren wisata mulai bergeser dari berburu spot foto menuju aktivitas luar ruang seperti trekking dan trail run.
’’Dari 2017 ini ramai-ramainya jadi tempat selfie, itu berjalan sampai era pandemi. Ketika tren bergeser ke trekking dan trail run, kami ikuti tren itu,’’ ujar Andik yang telah bertugas sejak 2017, Kamis (20/8).
Pembukaan jalur pendakian Gunung Kendil menjadi salah satu strategi pengelola agar Taman Wisata Genilangit tetap relevan dengan perubahan selera wisatawan.
Konsep baru tersebut sekaligus memberikan pilihan aktivitas lebih beragam kepada pengunjung.
Wisatawan tidak hanya dapat menikmati kawasan Taman Wisata Genilangit, tetapi juga melanjutkan perjalanan dengan mendaki Gunung Kendil.
Pengunjung cukup membayar tiket masuk Rp 10 ribu per orang untuk mendapatkan akses ke dua destinasi tersebut.
Dengan konsep tersebut, Genilangit kini tak lagi hanya mengandalkan spot foto yang pernah membuatnya viral.
Aktivitas pendakian Gunung Kendil menjadi daya tarik baru untuk mengikuti tren wisata alam dan aktivitas outdoor yang terus berkembang. (ril/naz)
Editor : Hengky Ristanto