Jawa Pos Radar Madiun – Ancaman longsor susulan MTs MMA Poncol membuat aktivitas belajar-mengajar harus dipindahkan.
Sebanyak 80 siswa dalam tiga rombongan belajar (rombel) kini belajar sementara di masjid, pondok pesantren, serta ruang kelas MA.
Langkah tersebut diambil setelah fondasi MTs MMA di Desa Gonggang, Kecamatan Poncol, ambrol sepanjang sekitar 20 meter dengan ketinggian delapan meter.
Area terdampak dikosongkan demi menjaga keselamatan siswa maupun guru.
Guru MTs MMA Mahmud mengatakan, ambrolnya fondasi terjadi pada Rabu (19/8) malam sekitar waktu Isya. Beruntung, saat kejadian tidak ada aktivitas pembelajaran di sekolah.
’’Alhamdulillah tidak ada korban jiwa karena insiden terjadi di luar jam kegiatan belajar-mengajar (KBM),’’ kata Mahmud, Sabtu (22/8).
Menurut Mahmud, fondasi yang ambrol merupakan struktur lama yang dibangun sejak era 2000-an.
Struktur tersebut diduga tak lagi mampu menahan beban bangunan di atasnya.
Terlebih, di area bawah lapangan voli saat ini juga tengah berlangsung proyek renovasi.
Kerusakan yang terjadi mengancam dua fasilitas sekolah, yakni ruang perpustakaan dan ruang pertemuan.
Kondisi tersebut membuat pihak sekolah memilih tidak mengambil risiko.
Area yang berdekatan dengan titik longsor dikosongkan untuk mengantisipasi kemungkinan pergerakan tanah maupun kerusakan lanjutan.
Pemindahan 80 siswa MTs MMA juga dilakukan agar proses perbaikan fondasi dapat berlangsung tanpa mengganggu kegiatan belajar-mengajar.
Untuk sementara, tiga rombel memanfaatkan sejumlah lokasi yang dinilai lebih aman. Mulai area masjid, pondok pesantren, hingga ruang kelas MA.
’’Kami berikhtiar mengamankan anak-anak. Karena lokasinya sangat berdekatan dengan ruang kelas, seluruh aktivitas belajar sementara dipindahkan ke tempat yang lebih aman,’’ tandasnya. (ril/naz)
Editor : Hengky Ristanto