Jawa Pos Radar Madiun – Kebiasaan malas bergerak atau sedentary lifestyle menjadi salah satu faktor yang perlu diwaspadai karena dapat meningkatkan risiko penyakit jantung. RSUD dr Sayidiman Magetan pun mendorong masyarakat lebih aktif bergerak, salah satunya melalui kegiatan senam jantung rutin.
Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah RSUD dr Sayidiman Magetan dr. Much. Muzakky Misbachul Firdaus, Sp.JP mengatakan, aktivitas fisik secara rutin penting untuk menjaga kesehatan jantung sekaligus memperbaiki kualitas hidup masyarakat.
“Senam jantung minimal dilakukan satu kali setiap bulan. Tujuannya selain untuk pasien jantung juga untuk memperbaiki kualitas hidup masyarakat yang malas bergerak,” ujarnya, Senin (24/8).
Menurut Muzakky, perkembangan teknologi turut mengubah pola aktivitas masyarakat. Berbagai kemudahan membuat seseorang bisa menghabiskan lebih banyak waktu dengan duduk dan memainkan telepon seluler dibandingkan melakukan aktivitas fisik.
“Orang zaman dulu bangun tidur lalu berburu, sekarang bangun tidur langsung scrolling melihat HP. Itu salah satu faktor risiko sakit jantung,” terangnya.
Minimnya aktivitas fisik, lanjut dia, dapat meningkatkan risiko obesitas. Kondisi tersebut kemudian berpotensi memicu sejumlah faktor risiko penyakit jantung seperti hipertensi, diabetes, dan kolesterol tinggi.
“Orang yang minim bergerak kadang justru obesitas dan meningkatkan faktor risikonya. Obesitas rawan hipertensi, rawan kencing manis, rawan kolesterol. Ketika semuanya menumpuk pada satu orang, tinggal menunggu waktu saja untuk menjadi serangan jantung,” jelasnya.
Tingginya kebutuhan pelayanan kesehatan jantung juga terlihat dari kunjungan pasien di RSUD dr Sayidiman Magetan. Dalam sehari, poli jantung rumah sakit tersebut dapat menerima sekitar 80 hingga 120 pasien. Penyakit jantung koroner menjadi salah satu kasus yang paling sering ditemukan.
Karena itu, senam jantung tidak sebatas menjadi sarana berolahraga. RSUD dr Sayidiman Magetan juga memanfaatkannya sebagai ruang edukasi agar masyarakat semakin memahami cara menjaga kesehatan jantung.
“Kita juga memberikan edukasi terkait kesehatan jantung, mulai dari yang simpel. Kita buka open discussion, peserta boleh menanyakan seputar jantung. Jadi selain ada diskusi di poli jantung, kita juga buka diskusi saat senam jantung,” ungkapnya.
Baca Juga: Enerjik dan Inspiratif, Pienji Bawa Semangat Kemerdekaan di AQUA DBL Dance 2026 East Java-West
Terbuka untuk Masyarakat Umum
Muzakky menegaskan, senam jantung RSUD dr Sayidiman Magetan bukan hanya diperuntukkan bagi pasien penyakit jantung. Masyarakat umum juga dapat bergabung dengan terlebih dahulu mendaftarkan diri kepada panitia.
“Ini terbuka untuk umum, jadi tidak hanya untuk yang memiliki penyakit jantung saja. Meskipun memang banyak juga pasien penyakit jantung yang ikut,” terangnya.
Meski demikian, intensitas olahraga harus tetap disesuaikan dengan kondisi masing-masing peserta. Mereka yang merasa kelelahan tidak dianjurkan memaksakan diri.
“Biasanya dilakukan sebulan sekali, tapi disesuaikan intensitasnya. Jika pasien merasa capek setelah senam, tidak usah dipaksakan. Intinya disesuaikan dengan kebutuhan pasien untuk aktivitas fisiknya saat berolahraga,” imbuhnya.
Masyarakat yang tertarik dapat bergabung dengan KAJEN (Komunitas Jantung Magetan), kelompok binaan RSUD dr Sayidiman Magetan. Kegiatan rutin dilaksanakan setiap Jumat Pahing di area rumah sakit.
Selain senam jantung sehat dan senam lansia, peserta memperoleh pemeriksaan tekanan darah dan gula darah sewaktu (GDS) secara gratis. Tersedia pula konsultasi obat dan gizi gratis serta penyuluhan kesehatan oleh dokter spesialis maupun tenaga medis.
Program tersebut diharapkan meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa menjaga kesehatan jantung dapat dimulai dari kebiasaan sederhana, yakni rutin melakukan aktivitas fisik. “Intinya bergerak, jangan malas,” pungkas Muzakky. (ril/*/naz)
Editor : Mizan Ahsani