Jawa Pos Radar Madiun – Kamar-kamar hotel di Kabupaten Magetan semakin banyak terisi. Memasuki Juni 2026, tingkat okupansi hotel mencapai 21,13 persen, tertinggi sepanjang semester I tahun ini.
Momentum libur sekolah hingga padatnya agenda pemerintahan menjadi pendorong. Geliat wisata, termasuk di kawasan Telaga Sarangan, turut menopang aktivitas sektor perhotelan Magetan.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Magetan menunjukkan Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel pada Juni 2026 mencapai 21,13 persen.
Angka tersebut melonjak 3,63 poin persentase dibandingkan Mei 2026. Sebulan sebelumnya, okupansi hotel Magetan masih berada di level 17,50 persen.
Baca Juga: Bus Sugeng Rahayu Tabrak Motor di Maospati Magetan, Pemotor Terluka saat Hendak Belok
Kepala BPS Kabupaten Magetan Mohamad Samsodin mengatakan, capaian Juni menjadi yang tertinggi selama enam bulan pertama 2026.
’’Angka 21,13 persen ini menjadi rekor TPK tertinggi sepanjang Semester I 2026. Artinya, dari setiap 100 kamar hotel yang tersedia di Magetan, rata-rata terpakai 21 hingga 22 kamar per malam,’’ kata Samsodin, Minggu (23/8).
Kenaikan tingkat hunian tersebut salah satunya didorong momentum libur sekolah. Periode liburan membuat kunjungan wisatawan ke Magetan meningkat.
Selain sektor wisata, berbagai kegiatan pemerintahan ikut mengerek keterisian kamar hotel. Mulai agenda dinas, pelatihan hingga berbagai kegiatan sosial publik yang berlangsung di Magetan.
Baca Juga: Rencana Anggarkan Videotron Rp 3,5 M dan Mobil Camat Rp 5 M di Magetan Disorot DPRD
Peningkatan tingkat hunian hotel juga dibarengi kenaikan indikator Rata-rata Lama Menginap Tamu (RLMT).
Pada Juni 2026, RLMT tercatat mencapai 1,06 hari. Artinya, wisatawan yang datang masih cenderung memilih kunjungan singkat.
Tamu Nusantara mencatatkan rata-rata lama menginap 1,06 hari. Sementara, wisatawan asing berada di angka 1,00 hari.
’’Tamu Nusantara mencatatkan RLMT 1,06 hari dan tamu asing 1,00 hari. Secara umum, para pelancong menghabiskan durasi menginap antara 1 hingga 2 hari di Magetan,’’ pungkas Samsodin. (ril/naz)
Editor : Hengky Ristanto