Jawa Pos Radar Madiun – Pelajar dan santri Magetan menunjukkan tajinya di panggung internasional. Delegasi MA IT Baitul Qur’an Al Jahra Magetan sukses memborong sejumlah penghargaan dalam IMYO 2026 Chapter Malaysia, mulai Juara 1 Da’i Competition hingga Best Delegate.
Pendamping delegasi, 'Afaf Nur Syahidah, mengatakan capaian tersebut membuktikan pelajar dan santri Magetan memiliki kemampuan untuk bersaing di tingkat global.
Kompetisi itu sekaligus menjadi ruang mengasah kemampuan dakwah, orasi, public speaking, dan komunikasi.
“Dalam ajang tersebut, delegasi MA IT Baitul Qur’an Al Jahra Magetan berhasil membawa pulang sejumlah penghargaan,” ujar 'Afaf.
Prestasi tertinggi salah satunya dipersembahkan Nadya Fitriani Ayu Kusuma.
Baca Juga: Hasil Al Ettifaq vs Al Nassr Tadi Malam: Tim Tamu Menang Comeback dengan 10 Pemain
Dia berhasil menyabet Juara 1 Da’i Competition dengan membawakan tema Cyberbullying and the Importance of Mindful Digital.
Melalui tema tersebut, Nadya mengangkat pentingnya kesadaran dan etika dalam menggunakan ruang digital, khususnya bagi generasi muda.
Prestasi juga ditorehkan Nimas Farah Ramadhani yang meraih predikat Best Presentation. Dia membawakan materi bertajuk Berkurangnya Da’i Muda dan Tantangan Dakwah di Tengah Perubahan Zaman.
Sementara, Khahraj Yawdlan Qushayyi Yustiano menyabet predikat Best Delegate. 'Afaf Nur Syahidah juga memperoleh penghargaan Best Mentor.
Tak berhenti pada prestasi individu, MA IT Baitul Qur’an Al Jahra Magetan turut mendapatkan predikat Best Delegation Partner.
“Penghargaan tersebut menjadi apresiasi terhadap kontribusi dan dukungan madrasah dalam mendorong peserta didik mengembangkan kemampuan serta berani tampil di forum internasional,” terang 'Afaf.
Baca Juga: Warisan Leluhur, DPRD Ponorogo Ajak Warga Nguri-uri Tradisi Maulid Nabi di Desa Coper
IMYO 2026 Chapter Malaysia berlangsung selama empat hari tiga malam. Ajang yang diselenggarakan International Moslem Youth Orator bekerja sama dengan Ruang Upgrading Indonesia tersebut menjadi wadah generasi muda Muslim untuk mengembangkan kemampuan sekaligus memperluas wawasan internasional.
Rangkaian kegiatan meliputi konferensi internasional, workshop, panel diskusi, kompetisi, hingga experiential learning. Para peserta juga mendapatkan kesempatan mengenal lingkungan dan praktik pendidikan Islam di luar negeri.
Menurut 'Afaf, pengalaman tersebut menjadi bekal penting bagi peserta untuk meningkatkan kemampuan dan kepercayaan diri. Apalagi, isu yang mereka angkat bersinggungan langsung dengan tantangan generasi muda saat ini, mulai etika bermedia digital hingga regenerasi dai di tengah perubahan sosial dan teknologi.
Malaysia dipilih sebagai lokasi kegiatan karena dinilai memiliki ekosistem pendidikan Islam yang berkembang dengan kehidupan masyarakat Muslim yang moderat dan progresif. Peserta dapat melihat bagaimana nilai dakwah dikembangkan secara adaptif dan inklusif mengikuti perkembangan zaman.
Capaian di Malaysia tersebut diharapkan menjadi pemantik bagi siswa lain untuk berani meningkatkan kompetensi dan menjajal panggung yang lebih luas.
“Prestasi ini diharapkan tidak berhenti sebagai pencapaian individu maupun madrasah, tetapi menjadi motivasi bagi siswa lainnya untuk terus mengembangkan kemampuan, memperluas wawasan, serta berani membawa nama Magetan dan Indonesia dalam berbagai forum internasional,” pungkasnya. (ebo/ril/*/naz)
Editor : Mizan Ahsani