Jawa Pos Radar Madiun – Puncak musim kemarau membawa ancaman bagi usaha peternakan.
Selain berdampak terhadap produktivitas ternak, cuaca terik dan angin kencang meningkatkan risiko kebakaran kandang.
Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Magetan meminta peternak memperketat mitigasi.
Terutama memastikan sumber api maupun instalasi listrik tidak menjadi pemicu kebakaran.
Kepala Disnakkan Magetan drh Nur Haryani mengatakan, tumpukan jerami dan rumput kering membuat lingkungan peternakan rentan tersulut api. Kondisi semakin berisiko ketika angin bertiup kencang.
’’Cuaca terik dan angin kencang menjadi kombinasi berbahaya. Peternak harus disiplin melakukan mitigasi pencegahan agar aset usaha dan keselamatan hewan ternak terlindungi,’’ ujar Nur, Selasa (25/8).
Nur meminta peternak mengecek instalasi pemanas maupun penerangan kandang secara berkala.
Jaringan kabel yang sudah usang harus segera diganti dan dipastikan memenuhi standar keamanan.
Peralatan heating blower berbahan bakar gas maupun listrik juga wajib dipasang secara tepat untuk meminimalkan risiko kebocoran maupun percikan api.
Selain itu, peternak diminta tidak membuang puntung rokok sembarangan atau membakar sampah di sekitar kandang.
Material mudah terbakar seperti jerami dan rumput kering juga perlu mendapat perhatian.
Sebagai langkah penanganan awal, peternak disarankan menyediakan APAR.
Pasir basah dan sumber air yang mudah dijangkau juga perlu disiapkan untuk kondisi darurat.
’’Jauhkan potensi percikan api dari kandang ternak,’’ tegas Nur. (ril/naz)
Editor : Hengky Ristanto