Jawa Pos Radar Madiun – Riyin Nur Asiyah langsung dihadapkan pada pekerjaan rumah besar setelah resmi menjabat Ketua DPRD Magetan sisa masa jabatan 2024–2029.
Politisi PKB itu berjanji memulihkan kepercayaan publik terhadap lembaga legislatif melalui kerja nyata.
Riyin resmi menduduki kursi Ketua DPRD Magetan, Selasa (1/9). Dia menggantikan Suratno yang tersandung dugaan korupsi dana hibah pokok-pokok pikiran (pokir) APBD 2020–2024.
Riyin menyadari mengembalikan citra DPRD Magetan bukan pekerjaan mudah. Terlebih, kepercayaan masyarakat terhadap lembaga legislatif telah terdampak persoalan yang terjadi sebelumnya.
’’Beban ini tidak mudah. Kepercayaan publik yang terlanjur terluka tidak bisa disembuhkan sekadar lewat ucapan, melainkan kerja nyata,’’ ujar Riyin.
Di awal kepemimpinannya, Riyin berjanji mengawal ketat pembahasan KUA-PPAS.
Menurut dia, pembahasan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara tersebut masih terus berproses.
Riyin juga memberikan klarifikasi terkait usulan proyek toilet sekolah senilai Rp 5 miliar yang sempat memicu polemik.
Menurut dia, anggaran tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi pembangunan toilet.
’’Sebenarnya usulan tersebut bukan sekadar toilet, melainkan alokasi pemenuhan sarana dan prasarana (sarpras) sekolah secara komprehensif sesuai kebutuhan tiap sekolah di Magetan,’’ sebutnya.
Dalam menjalankan kepemimpinan DPRD Magetan, Riyin juga membuka ruang pengawasan dari masyarakat maupun insan pers.
Aspirasi dan kondisi riil di lapangan dinilai penting untuk menjaga ketepatan arah kebijakan legislatif.
Pembenahan, lanjut dia, akan dilakukan baik secara internal maupun eksternal.
Seluruh pimpinan dan anggota DPRD diajak bersama-sama memperbaiki citra lembaga di mata masyarakat.
’’Kami tata ulang internal dan eksternal. Bersama seluruh anggota dan pimpinan DPRD, kita bahu-membahu memperbaiki citra diri DPRD Magetan demi masyarakat tercinta,’’ janjinya. (ril/naz)
Editor : Hengky Ristanto