Jawa Pos Radar Madiun – Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diproduksi tiga SPPG Polres Magetan tak langsung didistribusikan kepada penerima manfaat. Makanan lebih dulu menjalani pengujian setiap hari untuk memastikan keamanan dan kelayakannya.
Pemeriksaan dilakukan Sidokkes Polres Magetan terhadap makanan dari SPPG Polres Magetan 1 Plaosan, SPPG Polres Magetan 2 Poncol, dan SPPG Polres Magetan 3 Ngariboyo.
Kasi Dokkes Polres Magetan Aiptu Ari Eko mengatakan, pengujian tersebut menjadi prosedur untuk memastikan program Makan Bergizi Gratis tidak hanya tepat sasaran, tetapi juga memenuhi aspek keamanan pangan.
’’Pemeriksaan menjadi bagian dari upaya kepolisian memastikan pelaksanaan program MBG tidak hanya tepat sasaran, tetapi juga memenuhi aspek keamanan pangan,’’ ujarnya, Jumat (4/9).
Ada dua metode yang digunakan dalam pemeriksaan menu MBG. Pertama, uji organoleptis untuk mengecek bentuk, warna, bau, dan rasa makanan.
Kedua, pemeriksaan kimia untuk mendeteksi kandungan bahan berbahaya. Di antaranya arsenik, sianida, formalin, dan nitrit.
Salah satu pengujian dilakukan terhadap enam jenis menu yang diproduksi SPPG Polres Magetan 3 Banyudono, Ngariboyo. Menu tersebut terdiri atas nasi putih, telur balado, tempe goreng, selada, brokoli garlic, dan semangka.
Hasil pemeriksaan organoleptis menunjukkan seluruh menu dalam kondisi normal. Sedangkan hasil uji kimia menunjukkan negatif arsenik, sianida, formalin, dan nitrit.
’’Dengan hasil tersebut, makanan dan buah yang diperiksa dinyatakan layak disajikan dan dikonsumsi para penerima manfaat,’’ ungkap Ari.
Menurut dia, pengujian menjadi langkah preventif sebelum makanan keluar dari SPPG dan didistribusikan. Tujuannya, meminimalkan risiko makanan yang tidak layak sampai kepada penerima manfaat.
’’Setiap menu kami periksa terlebih dahulu sehingga aspek keamanan pangan menjadi perhatian utama,’’ tegasnya.
Polres Magetan memastikan pengawasan terhadap SPPG Polres Magetan dilakukan secara berkelanjutan. Pengawasan tidak hanya menyangkut keamanan pangan, tetapi juga kebersihan, kandungan gizi, kelayakan makanan, hingga ketepatan distribusi.
’’Kami ingin memastikan makanan yang diterima para penerima manfaat tidak hanya bergizi, tetapi juga aman, bersih, dan layak dikonsumsi,’’ pungkas Ari. (ril/her)
Editor : Hengky Ristanto