Bayi Ditemukan di Bawah Pohon Randu Magetan, Polisi Periksa Pria 23 Tahun

Aprilita Sari • Dipublikasikan Jumat, 4 September 2026 | 21:55 WIB
PENYELIDIKAN: Polisi mengamankan sejumlah barang dari rumah di Desa Sumbersawit, Kecamatan Sidorejo, Jumat (4/9), dalam penyelidikan kasus penemuan bayi laki-laki di kebun belakang rumah warga. Aprilita Sari/Jawa Pos Radar Magetan
PENYELIDIKAN: Polisi mengamankan sejumlah barang dari rumah di Desa Sumbersawit, Kecamatan Sidorejo, Jumat (4/9), dalam penyelidikan kasus penemuan bayi laki-laki di kebun belakang rumah warga. Aprilita Sari/Jawa Pos Radar Magetan

Jawa Pos Radar Madiun – Penyelidikan penemuan bayi prematur di Magetan mulai mengungkap rangkaian peristiwa sebelum bayi tersebut ditemukan di kebun belakang rumah warga Desa Sumbersawit, Kecamatan Sidorejo, Jumat (4/9).

Menurut penyelidikan sementara Polres Magetan, bayi laki-laki tersebut dilahirkan seorang siswi kelas X SMK tanpa bantuan orang lain di dalam kamar. Polisi memperkirakan persalinan terjadi sekitar pukul 05.00.

Kasi Humas Polres Magetan Iptu Indra Suprihatin mengatakan, setelah persalinan, bayi dibawa ke kebun belakang rumah dan ditaruh di bawah pohon randu.

’’Pelajar perempuan itu melahirkan di dalam kamar seorang diri. Setelah melahirkan, bayi laki-laki tersebut dibawa dan ditaruh di kebun belakang rumah, di bawah pohon randu,’’ ujarnya.

Setelah itu, siswi tersebut menghubungi seorang pria berinisial N, 23, yang disebut sebagai pacarnya. Dia meminta diantar ke Puskesmas Sidorejo karena kondisinya lemas setelah melahirkan.

Menurut keterangan yang diperoleh polisi, N mengaku tidak mengetahui keberadaan bayi tersebut. Persoalan itu baru terungkap ketika petugas puskesmas menanyakan keberadaan bayi yang baru dilahirkan.

’’Di puskesmas ditanya bayinya mana. Kemudian dia mengatakan bayinya ada di kebun belakang rumah,’’ jelas Indra.

Informasi tersebut kemudian disampaikan kepada keluarga. Ayah siswi itu lantas mencari ke kebun dan menemukan bayi di bawah pohon randu sekitar 200 meter dari rumah.

Bayi ditemukan masih hidup dan segera dievakuasi untuk mendapatkan pertolongan medis. Sebelumnya, bayi prematur di Magetan tersebut telah dibawa ke Puskesmas Sidorejo dan kemudian dirujuk ke RSUD dr Sayidiman untuk mendapatkan perawatan.

Polres Magetan masih mendalami alasan bayi tersebut diletakkan di kebun. Berdasarkan keterangan sementara, siswi itu diduga takut kehamilan dan persalinannya diketahui keluarga maupun warga sekitar.

’’Motif bayi ditaruh di bawah pohon randu karena pelajar perempuan kelas X SMK yang melahirkan itu merasa malu. Takut diketahui orang tua dan warga sekitar,’’ ungkap Indra.

Namun, dugaan motif tersebut belum menjadi kesimpulan akhir penyelidikan. Polisi juga masih mendalami hubungan antara siswi tersebut dengan N dan telah meminta keterangan pria berusia 23 tahun itu.

Sementara, pemeriksaan terhadap siswi belum dilakukan karena kondisinya masih lemah dan menjalani perawatan medis.

Indra menambahkan, penyelidikan sementara belum menemukan indikasi adanya upaya aborsi. Polisi masih mengumpulkan keterangan dan bukti untuk memastikan keseluruhan rangkaian peristiwa.

’’Kalau terkait apakah ada upaya aborsi, belum ada temuan seperti itu. Murni melahirkan sendiri meskipun prematur. Tetapi, ini masih tahap penyelidikan,’’ tegasnya. (ril/her)

Editor : Hengky Ristanto
bayi prematur di Magetan Desa Sumbersawit Polres Magetan RSUD dr Sayidiman