Sehektare Hutan Dekat Sarangan Terbakar, Diduga Dipicu Aktivitas Penggarapan Lahan

Aprilita Sari • Dipublikasikan Sabtu, 5 September 2026 | 18:59 WIB
KARHUTLA: Petugas melakukan penanganan kebakaran di kawasan KHDPK Desa Pacalan, Kecamatan Plaosan, Magetan, Sabtu (5/9). Aji Putra/Jawa Pos Radar Magetan
KARHUTLA: Petugas melakukan penanganan kebakaran di kawasan KHDPK Desa Pacalan, Kecamatan Plaosan, Magetan, Sabtu (5/9). Aji Putra/Jawa Pos Radar Magetan

Jawa Pos Radar Madiun – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda kawasan KHDPK Desa Pacalan, Kecamatan Plaosan, Magetan, Sabtu (5/9).

Sekitar satu hektare kawasan di petak 72 D, tepatnya di depan LGF Sarangan, dilalap api.

Asper BKPH Lawu Selatan Mulyadi mengatakan, kebakaran pertama kali diketahui setelah terlihat kepulan asap dari dalam kawasan hutan.

Area yang terbakar ditumbuhi tanaman kayu lain (TKL), pinus, hingga cemara.

’’Diketahui ada titik api ketika ada kepulan asap. Kepulan asap itu kami perkirakan di dalam kawasan hutan,’’ ujarnya.

Dugaan sementara, kebakaran hutan di Magetan tersebut berkaitan dengan aktivitas penggarapan lahan.

Api yang sebelumnya digunakan untuk membakar diduga belum sepenuhnya padam, kemudian kembali menyala dan merembet ke vegetasi di sekitarnya.

’’Mungkin karena tidak sengaja mereka membakar, kemudian diperkirakan sudah mati, tetapi ternyata masih ada api yang menyala,’’ jelas Mulyadi.

Secara administratif kehutanan, lokasi kebakaran berada di RPH Sarangan, BKPH Lawu Selatan, petak 72 D.

Namun, pengelolaannya telah beralih menjadi kawasan KHDPK yang dikelola kelompok tani hutan (KTH).

Kalaksa BPBD Magetan Eka Radityo mengatakan, laporan kebakaran diterima sekitar pukul 13.46.

Personel tiba di lokasi sekitar pukul 14.00 dan langsung melakukan upaya pemadaman.

Petugas menggunakan metode manual dengan gepyok dan semprot gendong (jet shooter).

Ilaran atau sekat bakar juga dibuat untuk memutus rambatan api agar kebakaran tidak meluas.

Penanganan karhutla turut melibatkan BPBD Magetan, kepolisian, TNI, serta unsur terkait lainnya. Api akhirnya berhasil dikendalikan.

’’Alhamdulillah bisa segera teratasi,’’ kata Mulyadi.

Pihaknya bakal berkoordinasi dengan KTH dan Cabang Dinas Kehutanan untuk meningkatkan sosialisasi pencegahan kebakaran.

Terutama kepada warga yang beraktivitas di sekitar kawasan hutan selama musim kemarau.

’’Kami mengimbau masyarakat agar mencegah terjadinya kebakaran lahan dengan tidak membuka lahan menggunakan cara dibakar, tidak membuang puntung rokok sembarangan, dan tidak menyalakan api di area yang mudah terbakar,’’ pungkas Eka. (ril/her)

Editor : Hengky Ristanto
kebakaran hutan di Magetan KHDPK Desa Pacalan magetan BPBD Magetan BKPH Lawu Selatan