Jawa Pos Radar Madiun – Jemaah haji Magetan berpeluang tak lagi mengawali penerbangan ke Tanah Suci melalui Embarkasi Surabaya pada musim haji 2027.
Kabupaten Magetan masuk dalam pemetaan pengalihan titik keberangkatan melalui Bandara Dhoho Kediri.
Rencana tersebut mencakup enam daerah di Wilayah Kerja (Wilker) Madiun. Yakni Kabupaten Magetan, Ngawi, Pacitan, Ponorogo, Kabupaten Madiun, dan Kota Madiun.
Selain Wilker Madiun, Kabupaten Jombang serta daerah di Wilker Kediri juga disebut masuk dalam rencana pelayanan penerbangan jemaah melalui Bandara Dhoho Kediri.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Magetan Ida Dwi Martini membenarkan adanya informasi mengenai rencana pengalihan titik keberangkatan jemaah haji pada 2027.
’’Informasi yang kami terima, seluruh Wilker Madiun beserta Jombang dan Kediri direncanakan mengalihkan titik keberangkatan melalui Bandara Dhoho Kediri pada 2027,’’ ujar Ida, Selasa (8/9).
Selama ini, pemberangkatan jemaah haji Magetan menuju Tanah Suci dilayani melalui Embarkasi Surabaya.
Rencana pengalihan tersebut membuat Bandara Dhoho berpeluang menjadi titik penerbangan bagi jemaah dari kawasan Madiun Raya dan sekitarnya.
Namun, kepastian teknis skema baru itu masih menunggu pemerintah pusat.
Kemenhaj Magetan belum menerima petunjuk teknis (juknis) secara terperinci mengenai mekanisme pemberangkatan.
Pengaturan terkait alur jemaah dan koordinasi penggunaan asrama haji juga masih menunggu ketentuan lebih lanjut.
’’Kami masih menunggu regulasi resmi diterbitkan,’’ pungkas Ida. (ril/naz)
Editor : Hengky Ristanto