Jawa Pos Radar Madiun – Niat Miran menyelamatkan ayam berujung petaka. Lansia 71 tahun asal Desa Sobontoro, Kecamatan Karas, Magetan, itu ditemukan meninggal dunia di dalam sumur sedalam sekitar 20 meter, Kamis (10/9).
Kalaksa BPBD Magetan Eka Radityo mengatakan, laporan kejadian diterima melalui call center BPBD sekitar pukul 12.30. Petugas kemudian diterjunkan menuju lokasi untuk melakukan evakuasi.
Berdasarkan keterangan keluarga, sebelum kejadian Miran masuk ke dalam sumur untuk mengambil seekor ayam.
’’Menurut keterangan keluarga, korban hendak mengambil ayam yang masuk ke dalam sumur. Sumur tersebut memiliki kedalaman kurang lebih 20 meter,’’ kata Eka.
Keluarga sempat menunggu Miran keluar dari dalam sumur. Namun, pria lanjut usia tersebut tak kunjung muncul. Khawatir terjadi sesuatu, keluarga kemudian meminta pertolongan pihak berwajib dan BPBD Magetan.
Personel BPBD Magetan bergerak menuju lokasi sekitar pukul 12.35. Setibanya di tempat kejadian, petugas bersama unsur terkait melakukan proses evakuasi dengan metode vertical rescue lantaran posisi korban berada jauh di dasar sumur.
’’Evakuasi dilakukan menggunakan metode vertical rescue karena korban berada di dalam sumur dengan kedalaman sekitar 20 meter,’’ jelas Eka.
Proses evakuasi melibatkan BPBD Magetan bersama TNI, Polri, Puskesmas Taji, pemerintah kecamatan dan desa, serta warga setempat.
Sekitar pukul 13.40, petugas berhasil mengevakuasi Miran dari dalam sumur. Namun, korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Jenazah selanjutnya dibawa ke rumah duka. Tim Inafis Polres Magetan bersama petugas Puskesmas Taji melakukan pemeriksaan sebelum jenazah diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.
Insiden lansia di Magetan meninggal di dalam sumur tersebut sekaligus menjadi pengingat pentingnya pengamanan pada sumur yang berada di lingkungan permukiman.
BPBD Magetan mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan ketika beraktivitas di sekitar sumur dan memastikan lubang sumur memiliki pengaman memadai.
’’Pastikan sumur diberi penutup agar tidak membahayakan,’’ pungkas Eka. (ril/her)
Editor : Hengky Ristanto