Siswi SMK di Magetan Melahirkan Sendiri, Pemkab Jamin Sekolahnya Tak Putus

Aprilita Sari • Dipublikasikan Minggu, 13 September 2026 | 17:00 WIB
PENANGANAN INTENSIF: Petugas kepolisian saat mengamankan lokasi penemuan bayi prematur di Desa Sumbersawit, Sidorejo, Magetan, Jumat (4/9).
PENDAMPINGAN: Pemkab Magetan memastikan pendampingan terhadap siswi SMK yang melahirkan seorang diri. 

Jawa Pos Radar Madiun – Masa depan pendidikan siswi kelas X SMK di Magetan yang melahirkan seorang diri mendapat perhatian pemerintah daerah.

Pemkab Magetan memastikan pendampingan terus diberikan agar hak pendidikan siswi tersebut tidak terputus setelah peristiwa yang dialaminya.

Pendampingan dilakukan Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBPP dan PA) Magetan.

Selain pendidikan, kondisi fisik dan psikologis siswi tersebut turut menjadi perhatian.

Peristiwa itu terungkap Jumat (4/9). Bayi yang dilahirkan siswi tersebut sempat ditemukan di bawah pohon di belakang rumahnya di Desa Sumbersawit, Kecamatan Panekan.

Kabid Perlindungan Perempuan dan Anak (PPPA) DPPKBPP dan PA Magetan Indriana Agustin mengatakan, pendampingan diberikan kepada siswi maupun bayinya.

Kondisi sang ibu saat ini disebut telah membaik. Dia juga telah diperbolehkan pulang setelah menjalani perawatan di RSUD dr Sayidiman Magetan.

Berbeda dengan sang ibu, bayi laki-laki yang dilahirkan masih membutuhkan perawatan medis intensif di rumah sakit.

Bayi tersebut lahir prematur dengan usia kandungan disebut baru sekitar enam bulan.

’’Namun untuk bayinya yang berjenis kelamin laki-laki masih membutuhkan perawatan medis intensif di rumah sakit. Bayi tersebut lahir dalam kondisi prematur karena usia kandungannya baru sekitar enam bulan,’’ ungkap Indriana.

Pendampingan siswi SMK tersebut tidak berhenti pada proses pemulihan fisik. DPPKBPP dan PA Magetan juga berupaya memastikan hak pendidikan anak tetap terpenuhi.

Pemkab berharap siswi bersangkutan dapat melanjutkan sekolah. Asesmen juga akan dilakukan untuk mengetahui kebutuhan pendampingan psikologis setelah peristiwa tersebut.

’’Harapan kami, ke depannya anak ini (siswi bersangkutan) tetap bisa melanjutkan sekolahnya. Jika dari hasil asesmen nanti diperlukan penanganan trauma, kami juga siap mendatangkan psikolog profesional,’’ tegasnya.

Sementara itu, latar belakang kehamilan siswi tersebut belum dapat disimpulkan.

DPPKBPP dan PA masih menunggu hasil penyelidikan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Magetan.

Hasil penyelidikan tersebut diperlukan untuk mengetahui rangkaian peristiwa yang melatarbelakangi kehamilan hingga siswi itu melahirkan seorang diri.

Karena itu, pemerintah daerah belum menarik kesimpulan mengenai penyebab maupun kemungkinan adanya unsur tindak pidana dalam kasus tersebut. (ril/naz)

Editor : Hengky Ristanto
siswi SMK di Magetan pendampingan siswi SMK DPPKBPP dan PA Magetan hak pendidikan anak magetan