Jawa Pos Radar Madiun – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) Gunung Lawu memaksa aktivitas pendakian melalui Cemoro Sewu dihentikan.
Jalur di Desa Ngancar, Kecamatan Plaosan, Magetan, itu ditutup sementara sejak Senin (14/9), tanpa kepastian kapan kembali dibuka.
Petugas bahkan menyisir pendaki yang telanjur berada di gunung. Hingga Selasa (15/9), terdapat 10 pendaki terakhir yang masih berkemah dan telah diarahkan untuk segera turun.
Petugas Loket Pendakian Cemoro Sewu Ma'ruf Hasan mengatakan, registrasi pendakian masih dilayani hingga Senin pagi.
Sebab, informasi mengenai munculnya titik api di lereng utara Gunung Lawu baru diterima petugas sekitar pukul 10.00.
’’Pendaki yang registrasi sebelum pukul 10.00 masih kami naikkan karena belum ada informasi,’’ ujarnya.
Setelah kabar kebakaran diterima, registrasi langsung dihentikan. Sekitar 10–20 calon pendaki yang sudah mendaftar tetapi belum memulai pendakian terpaksa dibatalkan.
Petugas kemudian melakukan penyisiran terhadap pendaki yang telah berada di jalur pendakian Cemoro Sewu.
Sepuluh pendaki yang masih berkemah ditargetkan seluruhnya sudah turun pada Selasa.
’’Maksimal hari ini seluruhnya sudah turun. Ada 10 pendaki camp yang sudah disisir dan akan turun,’’ jelas Ma'ruf.
Asper BKPH Lawu Selatan KPH Lawu Ds Mulyadi mengatakan, penutupan Cemoro Sewu dilakukan untuk menjaga keselamatan pendaki menyusul munculnya kebakaran di kawasan lereng dan kaki Gunung Lawu.
Menurut dia, rencana penutupan jalur sebenarnya sudah muncul sejak awal September.
Namun, Perhutani masih berencana berkoordinasi dengan pengelola jalur Cemoro Kandang dan Candi Cetho di Jawa Tengah.
Koordinasi diperlukan agar kebijakan pembatasan pendakian dapat berjalan seiring di sejumlah jalur Gunung Lawu.
’’Kalau Cemoro Sewu ditutup tetapi jalur pendakian di Jawa Tengah tidak, percuma. Karena itu sebelumnya kami berencana melakukan rakor,’’ ungkap Mulyadi.
Belum sempat rapat koordinasi dilakukan, karhutla Gunung Lawu lebih dulu terjadi.
Kondisi tersebut membuat Perhutani mengambil langkah cepat dengan menutup Cemoro Sewu.
Selain untuk melindungi keselamatan pendaki, penutupan dilakukan guna meminimalkan potensi munculnya titik api baru di sekitar jalur pendakian.
Hingga Selasa (15/9), belum ada kepastian waktu pembukaan kembali Cemoro Sewu.
Perhutani akan mempertimbangkan perkembangan kebakaran serta kondisi kawasan sebelum aktivitas pendakian kembali diizinkan.
Penutupan bahkan berpotensi berlangsung hingga Oktober atau memasuki musim hujan apabila kondisi belum memungkinkan.
’’Bisa jadi penutupan dilakukan hingga Oktober atau sampai turun musim hujan,’’ pungkas Mulyadi. (ril/her)
Editor : Hengky Ristanto