Jawa Pos Radar Madiun - Ancaman si jago merah di kawasan lereng Gunung Lawu rupanya belum sepenuhnya usai.
Meski kobaran api yang melahap wilayah hutan Kabupaten Magetan telah dinyatakan padam total, potensi bahaya masih mengintai.
Kali ini, ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) justru datang dari wilayah perbatasan milik tetangga, yakni Kabupaten Ngawi.
Kepulan asap pekat kembali membubung tinggi ke angkasa pada hari Selasa (15/9), menandakan adanya titik api baru yang berkobar hebat.
Kondisi ini memaksa tim gabungan dari Magetan untuk tetap bersiaga penuh di kawasan perbatasan agar api tidak merembet kembali.
Pasalnya, embusan angin kencang di kawasan pegunungan sewaktu-waktu bisa membawa percikan api menyeberangi batas wilayah.
Titik Api Geser ke Wilayah Tetangga
Kabar padamnya api di kawasan Magetan dikonfirmasi langsung oleh Asper BKPH Lawu Selatan KPH Lawu Ds, Mulyadi.
Pihaknya telah melakukan penyisiran menyeluruh di area hutan yang sebelumnya terbakar hebat sejak Senin (14/9).
Hasilnya, tidak ada lagi titik api aktif yang berpotensi membesar di wilayah administratif Kabupaten Magetan.
Namun, pemandangan berbeda justru terlihat jelas di kawasan hutan wilayah Ngawi yang berbatasan langsung.
Mulyadi memaparkan kondisi terkini saat memantau langsung pergerakan api dari titik pemantauan terdekat.
"Kita saat ini berada di petak 50 A1 RPH Bedagung wilayah Magetan, dapat dilihat untuk api di wilayah Magetan sudah padam. Kemudian kita lihat dibelakang ini ada kepulan asap dan api yang menjalar itu berada di wilayah Kabupaten Ngawi,” ujar Mulyadi.
Berdasarkan pemetaan petugas, kobaran api tersebut tepatnya berada di kawasan hutan RPH Campurejo, petak 42, BKPH Lawu Utara.
Wilayah tersebut secara administratif sudah masuk ke dalam pangkuan Kabupaten Ngawi.
Banyaknya material mudah terbakar di lokasi membuat api dengan cepat membesar dan menjalar tak terkendali.
"Api tersebut membakar pohon eukaliptus dan tanaman kering di bawahnya di wilayah Ngawi," jelasnya.
Baca Juga: PT INKA Rugi Rp 670 Miliar dan Catat Utang Triliunan, Bos Danantara Ungkap Rencana Besarnya
Antisipasi Bara Tersembunyi di Lereng Lawu
Mulyadi kembali meyakinkan masyarakat bahwa ancaman yang terlihat saat ini murni berasal dari luar Magetan.
Ia meminta warga untuk tetap tenang namun waspada terhadap perkembangan arah angin di sekitar lereng Gunung Lawu.
"Seperti kita lihat dari bawah, kepulan asap yang nampak pekat tadi ada api yang menjalar kembali itu dari titik tersebut. Jadi titik api itu bukan lagi di wilayah Magetan," tegasnya.
Sebagai catatan, tim gabungan di Magetan sebelumnya harus berjuang ekstra keras hingga akhirnya berhasil menjinakkan api pada Senin malam.
Meski api utama sudah tak terlihat, petugas pantang pulang sebelum memastikan kondisi benar-benar aman dari potensi kebakaran susulan.
Kewaspadaan ini sangat beralasan mengingat masih banyak sisa bara api yang bersembunyi di dalam batang pohon besar atau tumpukan tanaman kering.
Jika bara tersembunyi tersebut tertiup angin kencang, sangat besar kemungkinannya akan menyala kembali dan memicu kebakaran baru.
Strategi Sekat Bakar di Jalur Perbatasan
Untuk mencegah hal yang tak diinginkan, petugas dari Magetan langsung menerapkan strategi pertahanan berlapis di area perbatasan.
Fokus utama mereka saat ini adalah memblokir jalur rambatan api dari arah Ngawi menuju masuk ke wilayah Magetan.
Langkah mitigasi ini melibatkan sinergi dari berbagai unsur, mulai dari Perhutani, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), relawan, hingga aparat TNI-Polri.
“Untuk mengantisipasi api kembali merembet ke wilayah Magetan, petugas gabungan dari Perhutani, BPBD, relawan, serta TNI-Polri telah membuat ilaran atau sekat bakar di kawasan perbatasan,” jelasnya.
Pembuatan sekat bakar atau ilaran ini dinilai sangat efektif untuk memutus pasokan material mudah terbakar di jalur pergerakan api.
Petugas gabungan juga mendirikan posko pemantauan dan terus berpatroli di sepanjang garis perbatasan Magetan-Ngawi.
Sementara itu, ketika disinggung mengenai total kerugian ekologis akibat karhutla di Magetan, pihak Perhutani belum bisa membeberkannya.
Luasan kawasan hutan yang hangus terbakar di wilayah Madiun Raya ini masih dalam proses penghitungan dan inventarisasi.
Seluruh sumber daya dan tenaga petugas saat ini masih difokuskan secara penuh pada upaya pengendalian dan pencegahan api.
"Untuk luasan lahan yang terbakar di wilayah Magetan kami belum bisa menghitung, karena kita masih fokus untuk kegiatan antisipasi pengendalian wilayah," pungkasnya. (naz)
Editor : Mizan Ahsani