Jawa Pos Radar Magetan – Kebakaran hutan di lereng Gunung Lawu wilayah Magetan berangsur mereda. Namun, kewaspadaan belum dikendurkan.
Sebanyak 202 personel gabungan tetap disiagakan untuk mengantisipasi munculnya titik api baru maupun potensi rambatan kebakaran dari wilayah Ngawi.
Posko Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) terpadu telah didirikan di Kantor Desa Ngiliran, Kecamatan Panekan.
Personel yang terlibat berasal dari TNI-Polri, BPBD Magetan, pemerintah kecamatan dan desa, relawan, hingga dinas sosial.
Kalaksa BPBD Magetan Eka Radityo mengatakan, 202 personel tersebut dibagi menjadi tiga unit regu dengan tugas berbeda.
’’Tim pertama bertugas menyisir area atas, tim kedua menyapu area bawah, sedangkan tim ketiga siaga di posko untuk dukungan operasional,’’ ujar Eka, Rabu (16/9).
Petugas yang bergerak ke kawasan atas masih melakukan pemadaman terhadap sisa bara.
Sekat bakar juga dibuat untuk mengisolasi api sekaligus mencegah kebakaran meluas maupun kembali muncul.
Meski eskalasi kebakaran Gunung Lawu menurun, status penanganan hingga kini masih berada pada siaga darurat.
’’Melihat penurunan eskalasi sambil menunggu perkembangan lebih lanjut,’’ jelasnya.
Kewaspadaan juga dilakukan terhadap potensi rambatan api dari wilayah Ngawi.
Karena itu, Posko Penanganan Karhutla di Ngiliran belum akan dibubarkan meski kondisi kebakaran di wilayah Magetan berangsur terkendali.
’’Posko Penanganan Karhutla akan tetap disiagakan setidaknya selama satu pekan ke depan,’’ terang Eka. (ril/naz)
Editor : Hengky Ristanto