Rasio Elektrifikasi Magetan 99,9 Persen, Wabup Ungkap Masih Ada Warga Nyantol ke Tetangga

Aprilita Sari • Dipublikasikan Rabu, 16 September 2026 | 23:15 WIB
PERJUANGKAN: Wakil Bupati Magetan Suyatni Priasmoro menghadiri Rapat Sinkronisasi Usulan Lokasi Program Listrik Perdesaan (Lisdes) 2026–2029 di kantor PLN UID Jawa Timur, Surabaya, Rabu (16/9). Prokopim untuk Radar Magetan
PERJUANGKAN: Wakil Bupati Magetan Suyatni Priasmoro menghadiri Rapat Sinkronisasi Usulan Lokasi Program Listrik Perdesaan (Lisdes) 2026–2029 di kantor PLN UID Jawa Timur, Surabaya, Rabu (16/9). Prokopim untuk Radar Magetan

Jawa Pos Radar Magetan – Rasio elektrifikasi di Magetan memang telah menyentuh 99,9 persen. Namun, angka tersebut belum sepenuhnya menggambarkan kondisi di lapangan.

Masih ada warga yang terpaksa menyambung listrik dari rumah tetangga atau kerabat lantaran tempat tinggal mereka jauh dari jaringan induk.

Kondisi itu disampaikan Wakil Bupati Magetan Suyatni Priasmoro dalam Rapat Sinkronisasi Usulan Lokasi Program Listrik Perdesaan (Lisdes) 2026–2029 di kantor PLN UID Jawa Timur, Surabaya, Rabu (16/9).

Wabup yang akrab disapa Kang Suyat itu mengatakan, pemerataan akses listrik masih perlu diperluas, terutama bagi masyarakat di wilayah pelosok dan keluarga berpenghasilan rendah.

‘’Secara rasio memang sudah hampir 100 persen. Namun, kendalanya masih banyak warga yang nyantol ke rumah tetangga atau kerabat karena jauh dari jaringan induk,’’ ujarnya.

Menurut Suyatni, keterbatasan kuota bantuan infrastruktur dari pemerintah provinsi juga menjadi kendala.

Fasilitas yang tersedia belum mampu menjangkau seluruh keluarga prasejahtera yang membutuhkan meteran listrik mandiri.

Pemkab Magetan tidak hanya mendorong perluasan jaringan untuk kebutuhan rumah tangga.

Program Listrik Perdesaan juga diharapkan menjangkau kawasan persawahan dan sentra pertanian.

Ketersediaan listrik di area pertanian dinilai penting untuk mendukung penggunaan pompa air dan berbagai infrastruktur pertanian.

Terutama bagi petani yang menggarap lahan jauh dari jaringan listrik eksisting.

‘’Pemkab juga mendorong agar program Lisdes dapat menyasar kawasan persawahan. Perluasan jaringan listrik dinilai penting untuk mendukung aktivitas pertanian, terutama kebutuhan listrik untuk pompa air dan berbagai infrastruktur pertanian di wilayah pelosok desa,’’ bebernya. (ril/naz)

Editor : Hengky Ristanto
listrik Magetan rasio elektrifikasi Magetan Program Listrik Perdesaan PLN UID Jawa Timur