Ratusan Keluarga di Ponorogo Kesulitan Air Bersih, Majelis Dzikir Magetan Kirim Bantuan

Eric Wibowo • Dipublikasikan Sabtu, 19 September 2026 | 16:23 WIB
PEDULI KEKERINGAN: Majelis Dzikir Ulama Umara Kabupaten Magetan bersama relawan menyalurkan bantuan air minum kemasan galon kepada warga terdampak kekeringan di Desa Sawo, Ponorogo, Sabtu (19/9).
PEDULI KEKERINGAN: Majelis Dzikir Ulama Umara Kabupaten Magetan bersama relawan menyalurkan bantuan air minum kemasan galon kepada warga terdampak kekeringan di Desa Sawo, Ponorogo, Sabtu (19/9).

Jawa Pos Radar Madiun – Hampir tiga bulan sejumlah sumber air di Desa Sawo, Ponorogo, mengering. Ratusan warga terdampak kekeringan terpaksa membeli air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Kondisi tersebut menggerakkan masyarakat Magetan menyalurkan bantuan air minum kemasan galon, Sabtu (19/9).

Bantuan tahap pertama disalurkan Majelis Dzikir Ulama Umara Kabupaten Magetan.

Donasi dihimpun dari berbagai elemen masyarakat, mulai Pemkab Magetan, komunitas Jumat Berkah Jabal Nur, majelis taklim, hingga kelompok jamaah haji dari Madiun.

Perwakilan Pemerintah Desa Sawo Sony Nuryanto mengatakan, bantuan diprioritaskan bagi warga Dukuh Sawo RW 04 dan Ngemplak.

Kedua wilayah tersebut mengalami kesulitan air bersih selama beberapa bulan terakhir.

’’Untuk Dukuh Sawo RW 04 ada sekitar 170 kepala keluarga yang terdampak. Sedangkan di wilayah Ngemplak terdapat sekitar 100 warga yang mengalami kesulitan air,’’ ujarnya.

Kekeringan Ponorogo tersebut membuat warga semakin bergantung pada pasokan air dari luar.

Sejumlah sumber air yang biasanya dimanfaatkan masyarakat bahkan sudah hampir tiga bulan tidak mengeluarkan air.

Akibatnya, warga harus mengeluarkan biaya tambahan untuk membeli air. Bukan hanya untuk minum, melainkan juga memenuhi kebutuhan mandi dan memasak.

’’Untuk kebutuhan mandi maupun memasak, masyarakat sangat bergantung pada air yang dibeli,’’ ungkap Sony.

Dampak krisis air bersih itu juga dirasakan kalangan pelajar. Kepala SMKN Sawo Elfi Nur Mufida menyebut sebagian siswanya turut terdampak kekeringan.

Dia mengapresiasi kepedulian masyarakat Magetan yang telah menyalurkan bantuan air bersih.

Elfi berharap aksi serupa dapat menjangkau desa lain yang mengalami kesulitan air.

Sementara itu, Founder Jumat Berkah Jabal Nur sekaligus Pengurus Majelis Dzikir Magetan Wasis Eka Susila mengatakan, penyaluran bantuan tersebut merupakan bagian dari gerakan sosial yang telah dijalankan sejak 2001.

Aksi kemanusiaan itu sebelumnya juga menjangkau korban bencana Semeru, banjir Demak, serta warga terdampak kekeringan di Ngawi dan Ponorogo.

Selain bantuan kebencanaan, pihaknya menjalankan program perbaikan rumah bagi masyarakat kurang mampu.

’’Kami terus berupaya menjaga semangat gotong royong dan kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan. Dukungan para relawan menjadi bagian penting dalam setiap kegiatan kemanusiaan,’’ jelas Wasis.

Penyaluran bantuan kali ini turut melibatkan relawan Merah Putih.

Penasihat Jumat Berkah Mitroatin melalui perwakilannya juga menyampaikan apresiasi kepada Komandan Secata Magetan yang telah membantu menyediakan armada pengangkut bantuan.

Aksi sosial tersebut tidak berhenti di Desa Sawo. Majelis Dzikir Magetan menjadwalkan penyaluran bantuan tahap berikutnya pada 14 Oktober mendatang. (ebo/her)

Editor : Hengky Ristanto
desa sawo ponorogo majelis dzikir magetan kekeringan ponorogo bantuan air bersih krisis air bersih