Karhutla Gunung Lawu Padam Total, 17 Hektare Hutan Terbakar dan Posko Resmi Ditutup

Aprilita Sari • Dipublikasikan Senin, 21 September 2026 | 18:26 WIB
PENANGANAN TUNTAS: Pemkab Magetan resmi menutup posko penanganan karhutla Gunung Lawu setelah seluruh titik api dinyatakan padam, Sabtu (19/9). AJI PUTRA/RADAR MAGETAN
PENANGANAN TUNTAS: Pemkab Magetan resmi menutup posko penanganan karhutla Gunung Lawu setelah seluruh titik api dinyatakan padam, Sabtu (19/9). AJI PUTRA/RADAR MAGETAN

Jawa Pos Radar Madiun – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Lawu, Kabupaten Magetan, akhirnya berhasil dipadamkan. Seluruh titik api di dua lokasi kebakaran dinyatakan padam total setelah petugas gabungan melakukan penanganan selama beberapa hari. Pemkab Magetan pun resmi menutup posko penanganan kebakaran hutan Gunung Lawu.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Magetan Eka Radityo mengatakan, kepastian padamnya seluruh titik api diperoleh berdasarkan hasil pemantauan dan koordinasi dengan BPBD Ngawi pada Sabtu (19/9).

Dari hasil pemantauan tersebut, petugas tidak lagi menemukan titik api di kawasan hutan Gunung Lawu yang sebelumnya dilanda kebakaran.

‘’Seluruh titik api sudah padam total,” ujar Eka, Senin (21/9).

Menurut dia, kebakaran hutan Gunung Lawu sebelumnya terjadi di dua lokasi berbeda. Titik pertama berada di kawasan perbatasan Desa Jabung, Kabupaten Magetan, dengan Desa Karangrejo, Kabupaten Ngawi, pada Senin (14/9).

Selang dua hari, kebakaran kembali terjadi di wilayah Desa Getasanyar pada Rabu (16/9).

Dua kejadian tersebut mengakibatkan belasan hektare kawasan hutan terdampak kebakaran. Berdasarkan pendataan BPBD Magetan, total luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 17 hektare.

‘’Total luasan hutan yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai sekitar 17 hektare. Rinciannya, sekitar 9 hektare berada di wilayah Jabung dan 8 hektare di Getasanyar,” ungkapnya.

Selain melakukan pemadaman, petugas gabungan juga membangun sekat bakar atau jalur ilaran untuk mencegah api merembet ke kawasan hutan lainnya.

Jalur ilaran tersebut dibuat sebagai bagian dari upaya pengendalian kebakaran sekaligus mengantisipasi meluasnya titik api selama proses penanganan berlangsung.

Eka menyebut, total panjang jalur ilaran yang telah dibangun petugas mencapai lebih dari 4,6 kilometer.

Setelah seluruh titik api dinyatakan padam, posko penanganan karhutla Gunung Lawu resmi ditutup. Kendati demikian, langkah antisipasi tetap dilakukan untuk mewaspadai potensi kebakaran susulan.

‘’Setelah seluruh titik api dinyatakan padam, Posko Penanganan Kebakaran Hutan Gunung Lawu resmi ditutup. Adapun petugas juga telah membangun jalur ilaran mencapai lebih dari 4,6 kilometer,” terangnya.

BPBD Magetan memastikan petugas tetap bersiaga meski posko penanganan telah ditutup. Pemantauan dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya kembali titik api di kawasan hutan Gunung Lawu.

Apabila sewaktu-waktu terjadi kebakaran baru, posko penanganan dapat kembali dibuka sesuai kebutuhan di lapangan.

Eka juga meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran. Terutama di kawasan hutan yang rawan terbakar selama musim kemarau.

‘’BPBD mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga kelestarian kawasan hutan dan meningkatkan kewaspadaan, khususnya terhadap aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran di kawasan Gunung Lawu,” pungkasnya. (ril/naz)

Editor : Hengky Ristanto
karhutla Gunung Lawu kebakaran hutan Gunung Lawu jalur ilaran posko penanganan BPBD Magetan