Jawa Pos Radar Magetan – Pembengkakan alokasi anggaran pengadaan kendaraan dinas pada Perubahan APBD (P-APBD) Kabupaten Magetan 2026 tak luput dari sorotan tajam legislatif.
Pagu yang semula dipatok Rp 6,4 miliar melonjak menjadi Rp 7,2 miliar, atau mendapat tambahan suntikan anggaran hingga Rp 800 juta.
Kenaikan tersebut menjadi salah satu poin krusial yang cecar oleh Badan Anggaran (Banggar) DPRD Magetan saat menggelar rapat kerja bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).
Penjelasan mendalam terkait hal itu dibedah dalam Rapat Paripurna beragenda Jawaban Bupati terhadap Pemandangan Umum Fraksi pada Rabu (23/9).
Ketua DPRD Magetan Riyin Nur Asiyah mengungkapkan, pihaknya sengaja menggarisbawahi pos belanja tersebut agar peruntukannya transparan dan tidak terkesan glondongan.
"Lewat kerja sama seluruh anggota fraksi, kami bahu-membahu mempertanyakan sejumlah pos anggaran yang dinilai besar dan perlu dikoreksi rinciannya," ujar Riyin.
Terkait porsi terbesar yang dialokasikan untuk peremajaan mobil dinas para camat, Riyin mengakui ada urgensi di lapangan.
Pengadaan armada operasional anyar di tingkat kecamatan dinilai mendesak guna menunjang mobilitas agenda-agenda krusial di tingkat desa.
"Untuk mobil camat kondisinya memang darurat sekali. Akhir tahun ini ada pembentukan BPD serentak dan tahun depan Pilkades juga digelar serentak," terangnya.
Meski demikian, dewan tetap menuntut transparansi penggunaan sisa dari tambahan dana Rp 800 juta tersebut.
Dari hasil verifikasi dan klarifikasi pihak eksekutif, terungkap bahwa eskalasi anggaran tersebut tidak hanya terserap untuk kendaraan operasional camat semata.
Dana efisiensi dan pergeseran itu juga dialokasikan untuk pengadaan armada sepeda motor pelat merah bagi pegawai Pemkab, serta pembelian satu unit mobil operasional anyar untuk Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Magetan.
Khusus armada TP PKK, eksekutif berdalih kendaraan operasional yang digunakan saat ini sudah sangat uzur, yakni sedan Honda Accord keluaran 2008.
"Sudah dijelaskan oleh Pemkab bahwa mobil tersebut tidak hanya dipakai ketua TP PKK saja, tetapi juga seluruh pengurus untuk pembinaan langsung ke kecamatan dan desa. Mobil lama kondisinya memang sudah tua," pungkas Riyin.
Editor : Hengky Ristanto