Jawa Pos Radar Madiun – BPJS Ketenagakerjaan Cabang Madiun terus mengeksplorasi pelbagai jalur untuk memperluas jangkauan perlindungan jaminan sosial bagi pekerja rentan.
Salah satu strategi andalan yang dinilai efisien adalah mengoptimalkan peran Penggerak Jaminan Sosial Indonesia (Perisai) dalam merangkul kelompok Bukan Penerima Upah (BPU), seperti petani, pedagang, pekerja mandiri, hingga pelaku UMKM.
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Madiun Sevy Renita Setyaningrum menegaskan, keberadaan agen Perisai menjadi ujung tombak utama ekspansi kepesertaan di akar rumput.
Agen-agen ini bertugas memberikan edukasi sekaligus mendampingi pekerja informal agar terproteksi dari risiko sosial ekonomi.
"Kami menilai sistem keagenan Perisai sangat efektif menyentuh sektor informal. Mereka memegang peran strategis sebagai perpanjangan tangan BPJS Ketenagakerjaan untuk meratakan proteksi jaminan sosial," ujar Sevy.
Sevy menilai, akselerasi dan pemetaan peran Perisai amat krusial agar semakin banyak pekerja terlindungi dari risiko kecelakaan kerja maupun kematian.
Guna menjaga performa keagenan di lapangan, BPJS Ketenagakerjaan Madiun menggelar forum Monitoring dan Evaluasi (Monev) Produktivitas Agen Perisai.
Agenda berkala ini ditujukan untuk membedah kinerja, memetakan tantangan geografis, serta mencarikan solusi konkrit atas kendala operasional yang dihadapi para agen saat mengedukasi masyarakat.
Melalui forum tersebut, para agen juga dibekali pembaruan informasi regulasi dan ruang sharing session guna mengasah strategi komunikasi publik yang presisi.
"Lewat keaktifan para agen di lapangan, kami optimistis cakupan jaminan sosial ketenagakerjaan kian merata dan memberikan dampak nyata terhadap kesejahteraan serta keamanan kerja warga Madiun dan sekitarnya," pungkas Sevy. (ebo/her/adv)
Editor : Hengky Ristanto