Hasil Cek Kesehatan Gratis di Magetan, Hampir 90 Persen Warga Kurang Aktivitas Fisik

Aprilita Sari • Dipublikasikan Jumat, 25 September 2026 | 23:32 WIB
DETEKSI DINI: Warga mengikuti layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG). Hasil pemeriksaan di Magetan menunjukkan hampir 90 persen peserta kurang melakukan aktivitas fisik. AJI PUTRA/RADAR MAGETAN
DETEKSI DINI: Warga mengikuti layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG). Hasil pemeriksaan di Magetan menunjukkan hampir 90 persen peserta kurang melakukan aktivitas fisik. AJI PUTRA/RADAR MAGETAN

Jawa Pos Radar Magetan – Hasil program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kabupaten Magetan mengungkap persoalan gaya hidup masyarakat. Hampir 90 persen warga yang menjalani pemeriksaan teridentifikasi kurang melakukan aktivitas fisik.

 Temuan tersebut menjadi perhatian Dinas Kesehatan (Dinkes) Magetan di tengah upaya mengejar target cakupan pemeriksaan kesehatan hingga akhir 2026.

Kepala Dinkes Magetan Rohmad Hidayat mengatakan, rendahnya aktivitas fisik menjadi temuan paling dominan dari hasil skrining kesehatan masyarakat melalui program CKG.

Menurut dia, sebagian besar peserta pemeriksaan belum memiliki kebiasaan melakukan aktivitas fisik secara memadai dalam kehidupan sehari-hari.

‘’Paling banyak yang terdata pada CKG itu karena kurangnya aktivitas fisik. Hampir sekitar 90 persen masyarakat itu kurang aktivitas fisik. Jadi, sebagian besar itu kebanyakan mager atau malas gerak,’’ bebernya.

Temuan tersebut menjadi salah satu perhatian dinkes dalam mendorong masyarakat menerapkan pola hidup sehat. Terlebih, kurangnya aktivitas fisik dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit tidak menular.

Melalui program CKG, masyarakat diharapkan lebih memahami kondisi kesehatannya sekaligus mengenali faktor risiko penyakit sejak dini.

Di sisi lain, pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis di Kabupaten Magetan masih perlu digenjot.

Hingga Agustus 2026, realisasi pemeriksaan kesehatan baru mencapai sekitar 30 persen. Sementara itu, Dinkes Magetan menargetkan cakupan program tersebut mencapai 46 persen hingga akhir tahun.

Rohmad mengatakan, seluruh puskesmas terus didorong meningkatkan jumlah masyarakat yang mengikuti pemeriksaan kesehatan.

Setiap puskesmas telah mendapatkan target capaian bulanan yang dipantau secara berkala melalui kegiatan monitoring dan evaluasi (monev).

‘’Dari beberapa monev (monitoring dan evaluasi, Red) yang kami lakukan, harapannya hingga akhir tahun bisa tercapai di angka 46 persen,’’ ujar Rohmad.

Menurut dia, peningkatan cakupan CKG diperlukan agar semakin banyak masyarakat mendapatkan kesempatan mengetahui kondisi kesehatannya sebelum muncul keluhan atau gejala penyakit.

Pemeriksaan kesehatan secara berkala juga membantu mendeteksi faktor risiko sehingga langkah pencegahan dapat dilakukan lebih awal.

Karena itu, Rohmad mengajak masyarakat memanfaatkan layanan CKG dan membiasakan diri menjalani pemeriksaan kesehatan setidaknya sekali dalam setahun.

‘’Jadi kalau ada tanda-tanda faktor risiko yang mengarah ke suatu penyakit, bisa segera dilakukan tindakan pencegahan,’’ jelasnya. (ril/naz)

Editor : Hengky Ristanto
CKG Magetan kurang aktivitas fisik pemeriksaan kesehatan cek kesehatan gratis dinkes magetan