BMKG Ingatkan Potensi Gempa Darat di Magetan, Mitigasi Harus Diperkuat

Aprilita Sari • Dipublikasikan Sabtu, 26 September 2026 | 17:46 WIB
SIAGA BENCANA: Peserta Sekolah Lapang Gempabumi Kabupaten Magetan 2026 mengikuti pembekalan mitigasi dan kesiapsiagaan menghadapi potensi gempa, Sabtu (26/9). APRILITA SARI/JAWA POS RADAR MAGETAN
SIAGA BENCANA: Peserta Sekolah Lapang Gempabumi Kabupaten Magetan 2026 mengikuti pembekalan mitigasi dan kesiapsiagaan menghadapi potensi gempa, Sabtu (26/9). APRILITA SARI/JAWA POS RADAR MAGETAN

Jawa Pos Radar Magetan – Ancaman bencana di Magetan bukan hanya longsor dan angin kencang. Potensi gempa darat juga perlu mendapat perhatian serius.

Meski guncangan yang dirasakan masyarakat selama ini relatif kecil, kesiapsiagaan tetap harus diperkuat untuk menekan risiko ketika gempa terjadi.

Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu BMKG Teguh Rahayu mengatakan, bencana memang tidak dapat dihindari.

Namun, dampak dan risikonya bisa ditekan melalui mitigasi serta kesiapsiagaan masyarakat.

’’Karena itu, yang kita lakukan adalah persiapan dan memperkuat mitigasi,’’ ujarnya dalam Sekolah Lapang Gempabumi (SLG) Kabupaten Magetan 2026, Sabtu (26/9).

Kegiatan yang digelar Stasiun Geofisika Nganjuk di Restoran Harmadha Joglo tersebut melibatkan berbagai unsur.

Mulai BPBD, TNI-Polri, organisasi perangkat daerah (OPD), tenaga kesehatan, relawan, sekolah, hingga media.

Peserta mendapat pembekalan mengenai sumber gempa, langkah penyelamatan diri ketika terjadi guncangan, hingga penanganan pascagempa.

Tak sebatas teori, mereka juga mengikuti simulasi penyelamatan serta koordinasi lintas instansi.

Rahayu menekankan, mitigasi bencana tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah.

Pengetahuan mengenai kebencanaan perlu menjangkau keluarga hingga lingkungan masyarakat agar setiap orang mengetahui tindakan yang tepat saat terjadi gempa.

Wakil Bupati Magetan Suyatni Priasmoro mengakui, bencana yang selama ini lebih sering melanda wilayahnya adalah longsor dan angin kencang.

Sedangkan gempa yang dirasakan masyarakat cenderung berkekuatan relatif kecil.

Namun, potensi sumber gempa darat sebagaimana dipaparkan BMKG tetap tidak boleh diabaikan.

’’Magetan punya potensi gempa bumi yang tidak sederhana, cukup membahayakan karena potensi gempanya adalah gempa darat,’’ katanya.

Karena itu, Suyatni berharap pengetahuan yang diperoleh peserta SLG tidak berhenti di ruang pelatihan maupun simulasi.

Peserta diharapkan meneruskan pemahaman tersebut kepada keluarga dan masyarakat di lingkungannya.

’’Dari sisi pemerintah jelas ada persiapan. Namun, masyarakat juga penting memahami harus bagaimana,’’ pungkasnya. (ril/her)

Editor : Hengky Ristanto
potensi gempa darat Sekolah Lapang Gempabumi mitigasi bencana kabupaten magetan bmkg