Anggaran Tergerus, Pelayanan Posyandu Magetan Dijamin Tetap Berjalan Normal

Aprilita Sari • Dipublikasikan Minggu, 27 September 2026 | 15:00 WIB
LAYANAN KESEHATAN: Pelayanan Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) di Magetan dipastikan tetap berjalan di tengah rasionalisasi anggaran sektor kesehatan. DOK/JAWA POS RADAR MAGETAN
LAYANAN KESEHATAN: Pelayanan Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) di Magetan dipastikan tetap berjalan di tengah rasionalisasi anggaran sektor kesehatan. DOK/JAWA POS RADAR MAGETAN

Jawa Pos Radar Magetan – Pemangkasan dana transfer dari pemerintah pusat mulai berdampak pada sektor kesehatan di Kabupaten Magetan.

Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat harus menyesuaikan pemenuhan logistik obat-obatan. Obat dasar untuk hipertensi, diabetes, hingga penunjang program Cek Kesehatan Gratis (CKG) kini menjadi prioritas.

Kendati ruang fiskal menyempit, Dinkes Magetan memastikan pelayanan Posyandu di tengah masyarakat tetap berjalan.

Operasional layanan tersebut ditopang melalui skema anggaran yang tersedia, termasuk dana alokasi khusus (DAK) nonfisik.

Kepala Dinkes Magetan Rohmad Hidayat menjelaskan, Posyandu saat ini telah bertransformasi menjadi Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP).

Pelayanannya tidak hanya menyasar ibu dan balita, tetapi mencakup masyarakat berdasarkan siklus hidup.

’’Posyandu kami telah terintegrasi dengan ILP. Sehingga pelayanan untuk balita, ibu, hingga masyarakat umum sesuai siklus hidup tetap kami lakukan dan berjalan seperti biasa,’’ kata Rohmad, Minggu (27/9).

Meski operasional pelayanan tetap berjalan, Rohmad tidak menampik rasionalisasi anggaran berdampak terhadap kemampuan dinkes memenuhi kebutuhan obat-obatan.

Karena itu, dinkes menerapkan skala prioritas. Ketersediaan obat dasar untuk penyakit yang banyak ditangani serta kebutuhan program kesehatan nasional didahulukan.

’’Dampaknya dari sisi pemenuhan obat memang berkurang. Jadi kami lebih memprioritaskan obat-obat yang sifatnya dasar, seperti untuk penanganan hipertensi, diabetes, serta obat-obatan penunjang program Cek Kesehatan Gratis (CKG),’’ ujarnya.

Rohmad juga menegaskan bahwa Posyandu bukan fasilitas pelayanan kesehatan untuk pengobatan atau layanan kuratif.

Posyandu berfungsi sebagai pusat pelayanan berbasis masyarakat dengan fokus pada upaya promotif dan preventif.

Melalui Posyandu ILP, masyarakat dapat menjalani pemeriksaan awal maupun mendapatkan edukasi kesehatan.

Layanan tersebut kini juga terintegrasi dengan program CKG yang menyasar masyarakat di desa.

’’Kalau di Posyandu itu tidak ada kegiatan pengobatan. Silakan datang ke Posyandu untuk dilakukan pemeriksaan dini, karena saat ini layanannya terintegrasi dengan program CKG yang menyasar seluruh warga di desa,’’ pungkasnya. (ril/naz)

Editor : Hengky Ristanto
Posyandu Integrasi Layanan Primer obat hipertensi obat diabetes cek kesehatan gratis dinkes magetan