Jawa Pos Radar Magetan – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali meneror Magetan.
Setelah sempat mereda sepekan terakhir, titik api bermunculan di empat kecamatan selama tiga hari berturut-turut, Jumat–Minggu (25–27/9).
Kebakaran antara lain terpantau di kawasan hutan Desa Getasanyar, Kecamatan Sidorejo, serta Lingkungan Singolangu, Kelurahan Sarangan, Kecamatan Plaosan.
Di Singolangu, kobaran api dengan cepat melahap sekitar empat hektare kawasan hutan. Medan berupa tebing curam membuat proses pemadaman tidak mudah.
Kapolsek Plaosan AKP Agus Budi Witarno mengatakan, penyebab rentetan kebakaran masih perlu didalami. Dugaan sementara mengarah pada aktivitas pembukaan lahan dengan cara dibakar.
’’Pemadaman cukup sulit karena tebing yang curam. Dugaan sementara, rentetan kebakaran ini berkaitan dengan aktivitas pembukaan lahan dengan cara dibakar, namun ini perlu pendalaman lebih lanjut,’’ bebernya.
Karhutla tak hanya terjadi di kawasan Lawu. Sabtu (26/9) malam, api juga berkobar di kawasan Gunung Bancak, tepatnya Desa Garon, Kecamatan Kawedanan.
Tim gabungan diterjunkan untuk menjinakkan api. Sekitar satu hektare lahan hutan rakyat dilaporkan hangus dalam kejadian tersebut.
Sehari berselang, Minggu (27/9) sore, kebakaran kembali terjadi di Kecamatan Ngariboyo.
Kasi Pemadaman Damkar Magetan Sofyan Dwi Erwanto mengatakan, dua unit mobil pemadam kebakaran diterjunkan ke lokasi untuk melokalisasi kobaran api.
Rentetan kebakaran membuat masyarakat kembali diingatkan agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu karhutla.
Terlebih, pembakaran lahan maupun puntung rokok yang dibuang sembarangan berisiko menjadi sumber api.
’’Kami mengimbau keras agar masyarakat menghentikan segala bentuk aktivitas pembakaran lahan atau membuang puntung rokok sembarangan yang berpotensi memicu kebakaran fatal,’’ pesan Sofyan. (ril/naz)
Editor : Hengky Ristanto