Dampak Wabah PMK, Populasi Sapi Magetan Susut 56 Ribu Ekor

Aprilita Sari • Dipublikasikan Senin, 28 September 2026 | 15:40 WIB
AKTIVITAS NIAGA: Ilustrasi aktivitas di pasar hewan di Magetan. Populasi sapi potong di Kabupaten Magetan turun dari sekitar 117 ribu ekor pada 2022 menjadi 61 ribu ekor pada 2025. AJI PUTRA/RADAR MAGETAN
AKTIVITAS NIAGA: Ilustrasi aktivitas di pasar hewan di Magetan. Populasi sapi potong di Kabupaten Magetan turun dari sekitar 117 ribu ekor pada 2022 menjadi 61 ribu ekor pada 2025. AJI PUTRA/RADAR MAGETAN

Jawa Pos Radar Magetan – Populasi sapi potong di Kabupaten Magetan menyusut drastis dalam tiga tahun. Dari sekitar 117 ribu ekor pada 2022, jumlahnya merosot menjadi sekitar 61 ribu ekor pada 2025. Artinya, terjadi penurunan sekitar 56 ribu ekor.

Pemkab Magetan menyebut wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) menjadi salah satu penyebab utama penurunan tersebut. Dampaknya tidak hanya terhadap populasi ternak, tetapi juga minat masyarakat untuk kembali memelihara sapi potong.

’’Penurunan populasi sapi dari 117.000 ekor menjadi 61.000 ekor ini dampak langsung dari wabah PMK. Kondisi tersebut juga mengakibatkan turunnya minat masyarakat untuk kembali beternak sapi potong,’’ ungkap Bupati Magetan Nanik Endang Rusminiarti, Senin (28/9).

Pemkab berupaya memulihkan sektor peternakan dengan memperkuat jaminan kesehatan hewan. Salah satunya melalui vaksinasi PMK secara rutin untuk menekan risiko penyebaran penyakit pada ternak.

Pelayanan kesehatan ternak juga dioptimalkan. Selain itu, pemeriksaan dan penanganan gangguan reproduksi dilakukan untuk mendorong tingkat kelahiran sapi kembali normal.

Serangkaian intervensi tersebut diharapkan dapat meningkatkan kembali kepercayaan masyarakat untuk beternak sapi potong.

’’Langkah penanganan akan terus dilakukan secara berkelanjutan untuk menjaga roda ekonomi sektor peternakan Magetan,’’ pungkas Nanik. (ril/naz)

Editor : Hengky Ristanto
populasi sapi potong magetan Vaksinasi PMK pmk peternakan magetan