Jawa Pos Radar Madiun - Pengabdian di tengah musibah menjadi bagian tak terpisahkan dari tugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magetan.
Di bawah kepemimpinan Kepala Pelaksana Eka Radityo, kesiapsiagaan dan pelayanan kemanusiaan terus diperkuat untuk memastikan masyarakat mendapatkan pertolongan ketika menghadapi bencana.
Bagi Eka, bertugas di BPBD memberikan pengalaman berharga tentang arti kehadiran dan kepedulian terhadap sesama. Lulusan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) 2007 dan Magister Hukum Universitas Negeri Surabaya itu memandang penanggulangan bencana sebagai ruang pengabdian kepada masyarakat.
‘’Di BPBD, kami memang harus akrab dengan bencana, kesedihan para korban, dan kerusakan. Tapi di balik kenyataan pahit itu, saya sangat bersyukur. Di sinilah saya merasa diberi kesempatan kecil untuk bisa sedikit bermanfaat bagi orang lain,’’ tuturnya.
Menurut Eka, tugas penanggulangan bencana menuntut kesiapsiagaan sepanjang waktu.
Seluruh jajaran BPBD harus siap memberikan pertolongan kapan pun dibutuhkan.
Baca Juga: DLHP Magetan Raih Penghargaan Top Public Service, Inovatif dalam Pengelolaan Lingkungan
Sebab, panggilan kemanusiaan dapat datang sewaktu-waktu tanpa mengenal waktu maupun kondisi.
Di balik tanggung jawab tersebut, Eka menaruh apresiasi tinggi kepada petugas lapangan, relawan, dan masyarakat yang bahu-membahu membantu korban bencana.
Baginya, kerja sama dan kepedulian menjadi kekuatan utama dalam menjalankan tugas kemanusiaan.
‘’Pahlawan yang sesungguhnya adalah para petugas lapangan yang tak kenal lelah berjibaku langsung di lokasi kejadian, serta teman-teman relawan dan warga yang saling bahu-membahu,’’ ungkapnya.
Berkat dedikasi dan komitmen pelayanan kemanusiaan tersebut, BPBD Kabupaten Magetan menyabet penghargaan Top Public Service di Radar Madiun Awards 2026.
Eka berharap kehadiran BPBD bersama petugas dan relawan dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama mereka yang menghadapi situasi sulit akibat bencana. Baginya, pengabdian terpenting adalah memastikan masyarakat tidak merasa sendirian ketika menghadapi musibah. (ebo/naz/*)
Editor : Mizan Ahsani