Jawa Pos Radar Madiun – Kemarau panjang mulai memukul sektor pertanian Kabupaten Magetan. Puluhan hektare lahan sayuran dilaporkan gagal panen akibat kekurangan air.
Pada saat bersamaan, debit Waduk Gonggang di Desa Janggan, Kecamatan Poncol, menyusut drastis.
Pantauan di lokasi Rabu (30/9), penyusutan air membuat sebagian dasar Waduk Gonggang terlihat. Tanah yang sebelumnya terendam mulai mengering hingga retak-retak.
Dari kapasitas tampung normal sekitar 2,2 juta meter kubik, sisa air waduk saat ini diperkirakan hanya sekitar 20 persen.
’’Airnya surut drastis, tinggal 20 sampai 30 persen. Bahkan para pemancing sekarang sudah bisa turun langsung ke dasar waduk,’’ ungkap Hari, warga setempat.
Dampak kekeringan juga dirasakan petani sayuran di Kelurahan Sarangan, Kecamatan Plaosan.
Puluhan hektare ladang yang ditanami tomat, kubis, cabai, hingga loncang atau daun bawang kekurangan pasokan air.
Sebagian tanaman bahkan layu dan mati sebelum sempat dipanen. Kondisi tersebut membuat petani harus menanggung kerugian.
’’Tanaman banyak yang kekurangan air dan mati,’’ keluh Bertha, salah seorang petani sayuran Sarangan.
Tumiran, petani lainnya, juga kesulitan mendapatkan sumber air alternatif untuk menyelamatkan tanaman yang masih bertahan.
Dia berharap ada solusi untuk membantu petani menghadapi kekurangan pasokan air selama kemarau panjang.
’’Kalau begini, banyak petani yang terancam rugi akibat gagal panen,’’ sebutnya. (ril/naz)
Editor : Hengky Ristanto