Suhu Magetan Tembus 37 Derajat Celsius, Puncak Cuaca Terik Diprediksi 11–14 Oktober

Aprilita Sari • Dipublikasikan Selasa, 6 Oktober 2026 | 15:10 WIB
PANAS MENYENGAT: Cuaca terik terasa di Magetan pada Senin (5/10). AJI PUTRA/RADAR MAGETAN
PANAS MENYENGAT: Cuaca terik terasa di Magetan pada Senin (5/10). AJI PUTRA/RADAR MAGETAN

Jawa Pos Radar Madiun – Cuaca panas menyengat melanda Magetan dan sekitarnya dalam beberapa hari terakhir. Suhu udara di kawasan Lanud Iswahjudi bahkan tercatat menembus 37 derajat Celsius.

Pengamat Meteorologi dan Geofisika (PMG) Tingkat Madya Stasiun Geofisika III BMKG Nganjuk Setiyaris menjelaskan, kondisi tersebut berkaitan dengan posisi semu Matahari yang membuat intensitas penyinaran pada siang hari semakin kuat.

’’Posisi semu Matahari saat ini semakin tinggi di langit, sehingga intensitas penyinaran pada siang hari menjadi jauh lebih kuat dan cuaca terasa sangat terik,’’ jelas Setiyaris, Rabu (6/10).

Kondisi itu bertepatan dengan fenomena kulminasi utama yang juga dikenal sebagai hari tanpa bayangan.

Untuk wilayah Jawa Timur, puncak fenomena tersebut diprediksi berlangsung pada 11–14 Oktober 2026.

Panas yang melanda wilayah Magetan juga terekam dalam pengamatan BMKG. Suhu udara di kawasan Lanud Iswahjudi mencapai 37 derajat Celsius.

Catatan tersebut menempatkan kawasan Lanud Iswahjudi sebagai salah satu wilayah dengan suhu tinggi di Jawa Timur bersama Lamongan, Bojonegoro, dan Kediri.

Namun, cuaca sangat terik pada siang hari tidak menutup kemungkinan terjadinya perubahan kondisi secara cepat menjelang sore.

Setiyaris meminta masyarakat mewaspadai perubahan cuaca harian. Setelah panas menyengat pada siang hari, sejumlah wilayah masih berpotensi mengalami hujan lokal.

’’Warga harus waspada perubahan cuaca harian yang mendadak. Siang hari bisa sangat terik, namun menjelang sore bisa tiba-tiba mendung pekat berpotensi hujan lokal disertai petir dan angin kencang,’’ pesannya. (ril/naz)

Editor : Hengky Ristanto
kulminasi matahari cuaca magetan Lanud Iswahjudi bmkg