Jawa Pos Radar Madiun – Kemajuan teknologi informasi sejatinya diciptakan untuk mempermudah hidup manusia, bukan sebaliknya malah memperbudak pola pikir dan perilaku penggunanya.
Pesan tegas mengenai pentingnya memegang kendali atas gawai ini digaungkan oleh Alfiansyah pada babak penyisihan Festival Dai Cilik 2026 Tingkat SMP/MTs se-Kabupaten Magetan, Jumat (9/10).
Tampil percaya diri di Pendapa Surya Graha mewakili SMPN 2 Sukomoro, Alfiansyah mengusung topik "Akhlak Mulia, Prestasi Gemilang: Menjadi Remaja Islami yang Inspiratif di Era Digital".
Baca Juga: Royalti Musik Hotel-Resto di Madiun Bisa Pertimbangkan Okupansi, Begini Mekanismenya
Di hadapan dewan juri, ia menyoroti bagaimana kecanduan media sosial kerap membuat generasi muda kehilangan fokus dalam menjaga batas-batas pergaulan dan tutur kata.
Menurut Alfiansyah, seorang pelajar muslim harus memiliki benteng diri yang kuat agar tidak mudah terbawa arus negatif di jagat maya.
Pemanfaatan platform digital hendaknya selalu diarahkan pada hal-hal yang produktif, edukatif, dan membawa kemanfaatan bagi sesama.
"Jaga ucapan dan jaga pergaulan kita. Gunakan media sosial untuk hal-hal yang positif. Kitalah yang harus mengendalikan teknologi, bukan kita yang dikendalikan oleh teknologi," tegas Alfiansyah. (*)
Editor : Mizan Ahsani