Jawa Pos Radar Madiun – Meneladani akhlak Rasulullah SAW tidak hanya terbatas pada rutinitas ibadah dan interaksi di dunia nyata, melainkan juga harus tecermin dalam setiap jejak digital di era modern.
Pesan moral mengenai pentingnya menerapkan nilai-nilai kenabian saat memegang gawai ini digaungkan secara mantap oleh Daffa Arya Pratama pada babak penyisihan Festival Dai Cilik 2026 Tingkat SMP/MTs se-Kabupaten Magetan, Jumat (9/10).
Mewakili SMPN 1 Kawedanan di panggung Pendapa Surya Graha, Daffa mengusung topik "Akhlak Mulia, Prestasi Gemilang: Menjadi Remaja Islami yang Inspiratif di Era Digital".
Di hadapan dewan juri, ia menguraikan bahwa tingginya intensitas penggunaan media sosial di kalangan remaja memerlukan pedoman etika yang mutlak dan tak tergoyahkan.
Baca Juga: Arga Rezta Dorong Penyebaran Konten Menginspirasi di Festival Dai Cilik 2026
Menurut Daffa, keagungan budi pekerti yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW—seperti kesantunan, kejujuran, serta kepedulian terhadap sesama—merupakan benteng terbaik bagi generasi muda dalam berselancar di alam siber.
Kebiasaan menulis komentar pedas atau menyebarkan informasi palsu sangat bertolak belakang dengan karakter seorang muslim yang meneladani Rasul-Nya.
"Gunakan media sosial dengan budi pekerti yang sesuai dengan apa yang diajarkan oleh Rasulullah SAW. Jadikan ketikan dan unggahan kita sebagai cerminan akhlak mulia," pesan Daffa.
Lewat dakwahnya, Daffa berhasil mengingatkan bahwa remaja Islami yang inspiratif di era digital adalah mereka yang konsisten membawa nilai-nilai luhur ajaran Nabi ke dalam setiap interaksi maya. (*)
Editor : Mizan Ahsani