Okupansi Hotel di Magetan Turun Jadi 14,56 Persen, BPS Ungkap Penyebabnya

Aprilita Sari • Dipublikasikan Rabu, 14 Oktober 2026 | 17:09 WIB
KAWASAN WISATA: Aktivitas wisatawan di kawasan perhotelan Telaga Sarangan, Magetan. AJI PUTRA/RADAR MAGETAN
KAWASAN WISATA: Aktivitas wisatawan di kawasan perhotelan Telaga Sarangan, Magetan. AJI PUTRA/RADAR MAGETAN

Jawa Pos Radar Madiun – Bisnis perhotelan di Kabupaten Magetan kehilangan momentum setelah masa libur sekolah berakhir. Badan Pusat Statistik (BPS) Magetan mencatat tingkat penghunian kamar (TPK) hotel pada Agustus 2026 hanya 14,56 persen. Angka tersebut turun 0,57 poin persentase dibandingkan Juli yang mencapai 15,13 persen.

Kepala BPS Magetan Mohamad Samsodin mengatakan, penurunan okupansi hotel berlangsung selama dua bulan berturut-turut. Sebelumnya, tingkat hunian sempat mencapai angka tertinggi sepanjang tahun berjalan pada Juni 2026, yakni 21,13 persen.

Dengan TPK sebesar 14,56 persen, secara rata-rata hanya sekitar 14–15 dari setiap 100 kamar hotel yang tersedia terisi dalam satu malam. Kondisi tersebut menunjukkan tingkat pemanfaatan kamar hotel masih relatif rendah setelah periode liburan.

‘’Penurunan ini berkaitan dengan selesainya masa libur panjang anak sekolah yang sebelumnya mendongkrak mobilitas wisata keluarga,’’ urainya, Rabu (14/10).

Menurut Samsodin, berakhirnya musim liburan turut memengaruhi permintaan akomodasi. Pergerakan wisatawan yang sebelumnya meningkat selama libur sekolah tidak lagi memberikan dorongan sebesar periode Juni.

Meski demikian, pelemahan dalam dua bulan terakhir belum membuat kinerja perhotelan secara kumulatif lebih buruk dibandingkan tahun lalu.

BPS Magetan mencatat rata-rata TPK sepanjang Januari–Agustus 2026 sebesar 14,93 persen. Capaian tersebut lebih tinggi 0,47 poin persentase dibandingkan periode yang sama pada 2025, yakni 14,46 persen.

Namun, tingkat hunian tahun ini masih berada di bawah rata-rata Januari–Agustus 2024 yang mencapai 15,75 persen.

‘’Angka ini lebih tinggi dari periode yang sama di tahun 2025 (14,46 persen), meskipun belum bisa menyamai rekor tahun 2024 (15,75 persen),’’ sebut Samsodin. (ril/naz)

Editor : Hengky Ristanto
magetan tingkat penghunian kamar okupansi hotel BPS