JAWA POS RADAR MAGETAN – Cuaca panas di wilayah dataran rendah Kabupaten Magetan perlu diwaspadai.
Suhu udara yang dilaporkan mencapai 34–36 derajat Celsius meningkatkan risiko dehidrasi hingga heat stroke atau sengatan panas yang dapat berakibat fatal.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Magetan mengingatkan masyarakat agar menjaga asupan cairan dan mengurangi aktivitas berat saat matahari sedang terik.
‘’Jangan sampai mengabaikan kebutuhan cairan dan waktu istirahat,” ujar Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Magetan Suwantyo, Rabu (21/10/2026).
Menurut dia, masyarakat sebaiknya rutin minum air putih tanpa menunggu haus. Aktivitas fisik berat di luar ruangan juga perlu dibatasi, terutama pukul 11.00–15.00 ketika paparan panas cukup tinggi.
Suwantyo meminta warga tidak mengabaikan keluhan seperti pusing, mual, tubuh lemas berlebihan, dan kram setelah terpapar panas.
Jika gejala tersebut muncul, aktivitas harus segera dihentikan dan tubuh didinginkan.
‘’Jika muncul gejala awal seperti pusing, mual, lemas berlebih, atau kram, segera cari tempat teduh. Waspadai heat stroke karena suhu tubuh bisa naik drastis melampaui 40 derajat Celsius, yang memicu kejang, pingsan, bahkan kematian,’’ tegas Suwantyo.
Heat stroke merupakan kondisi darurat medis. Jika seseorang mengalami penurunan kesadaran, kebingungan, kejang, atau pingsan akibat paparan panas, segera cari pertolongan medis sambil melakukan pendinginan tubuh.
Dinkes juga mengingatkan pentingnya perlindungan bagi kelompok rentan, terutama bayi, lansia, dan penderita penyakit penyerta.
‘’Jangan pernah meninggalkan anak atau siapa pun di dalam mobil yang terparkir. Pastikan lingkungan tetap sejuk,’’ pungkasnya. (ril/naz)
Editor : Hengky Ristanto