Cuaca Magetan: Siang Terik, Sore Berpotensi Hujan Petir

Aprilita Sari • Dipublikasikan Minggu, 1 November 2026 | 14:30 WIB
MENDUNG: Awan mendung menggelayut di langit Magetan. BMKG mengingatkan potensi perubahan cuaca dari terik pada siang hari menjadi hujan lokal pada sore hingga malam. AJI PUTRA/RADAR MAGETAN
MENDUNG: Awan mendung menggelayut di langit Magetan. BMKG mengingatkan potensi perubahan cuaca dari terik pada siang hari menjadi hujan lokal pada sore hingga malam. AJI PUTRA/RADAR MAGETAN

Jawa Pos Radar Magetan – Langit cerah pada pagi hari belum tentu bertahan hingga petang.

Warga Kabupaten Magetan diminta mewaspadai perubahan cuaca pada Minggu (1/11). Setelah siang yang terik, awan tebal berpotensi muncul pada sore hari.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan potensi hujan lokal yang dapat disertai petir dan angin kencang.

Kondisi tersebut dipengaruhi dinamika atmosfer yang memungkinkan pertumbuhan awan hujan meski cuaca sebelumnya cerah.

Pengamat Meteorologi dan Geofisika (PMG) Madya Stasiun Geofisika Kelas III BMKG Nganjuk Setyaris menjelaskan, cuaca Jawa Timur mulai dipengaruhi Monsun Australia dan dinamika El Nino yang cenderung kering.

Namun, kondisi itu tidak serta-merta menghilangkan peluang hujan. Daerah konvergensi atau pertemuan angin masih dapat memicu pembentukan awan hujan.

’’Pertemuan angin ini sangat mendukung pertumbuhan awan konvektif pemicu hujan secara lokal,’’ terangnya.

Berdasarkan prakiraan BMKG untuk 30–31 Oktober, cuaca Magetan cenderung cerah berawan pada pagi hari sebelum berubah mendung hingga berpotensi gerimis pada sore hari.

Wilayah yang perlu mencermati perubahan cuaca meliputi kawasan lereng Gunung Lawu, Kecamatan Plaosan, Poncol, Panekan, hingga Magetan kota.

Sementara itu, pada Minggu (1/11), cuaca siang diprakirakan terik. Memasuki sore hari, awan tebal berpotensi kembali menyelimuti wilayah barat Kabupaten Magetan.

Perubahan tersebut membuat masyarakat perlu memperhatikan kondisi langit, terutama ketika hendak beraktivitas di luar ruangan pada sore hingga malam hari.

Setyaris meminta warga menyesuaikan aktivitas dengan kondisi cuaca. Ketika matahari terik, kecukupan cairan tubuh perlu dijaga.

Sebaliknya, saat hujan lebat disertai petir terjadi, aktivitas di ruang terbuka sebaiknya dikurangi.

’’Saat siang yang terik, jaga kecukupan cairan tubuh. Namun jika sore turun hujan lebat disertai petir, kurangi aktivitas di luar ruangan dan jangan pernah berteduh di bawah pohon atau baliho,’’ tegasnya.

Peringatan tersebut terutama penting bagi warga yang bepergian, bekerja di luar ruangan, maupun beraktivitas di kawasan terbuka saat cuaca mulai berubah. (ril/naz)

Editor : Hengky Ristanto
cuaca magetan prakiraan cuaca magetan lereng gunung lawu bmkg hujan petir