MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Program Special Operation (SO) Sarangan melahirkan sejumlah tokoh yang dikenal sebagai pahlawan nasional.
Di antaranya Mayor Laut R E Martadinata, Laksamana Muda Yos Sudarso (Pahlawan Laut Arafuru), Laksamana Muda Urip Santoso (pendiri Pasukan Katak), dan Laksamana Pertama R P Purnomo (bapak Kapal Selam).
Berdasarkan sejarah tersebut, Pjs Bupati Magetan Nizhamul mengatakan bahwa salah satu konsep pengembangan Telaga Wahyu adalah menambah daya tarik bagi wisatawan.
Seperti pembangunan monumen pesawat dan kapal. Tujuannya menciptakan destinasi wisata edukasi tematik.
Pembangunan tersebut mulai direalisasikan dengan peletakan batu pertama monumen pesawat Nomad TNI AL pada Jumat (18/10) di Telaga Wahyu.
Seremoni ini dilakukan Panglima Koarmada I, Laksamana Muda TNI Yoos Suryono Hadi.
"Kami apresiasi TNI AL yang mendukung pengembangan Telaga Wahyu sebagai destinasi Wisata Edukasi Maritim dengan memberikan hibah dua unit pesawat Nomad eks-TNI AL dan satu unit kapal sekoci eks-KRI Tanjung Nusanive,” kata Nizhamul.
Sementara itu, Laksamana Muda TNI Yoos Suryono Hadi berharap upaya menggaungkan sejarah SO di Magetan dapat berdampak positif terhadap kemajuan daerah.
"SO di Magetan ini bukanlah sekolah biasa, melainkan luar biasa,” tegasnya.
TNI AL berkomitmen untuk menjadikan Telaga Wahyu sebagai lokasi wisata edukasi. Ada tiga elemen penting yang ingin ditekankan.
Yakni budaya maritim, sejarah maritim, dan teknologi maritim.
"Ada pepatah no history, no future. Karena itu, kami berkomitmen menghidupkan kembali sejarah maritim Indonesia di Magetan,’’ pungkasnya. (ril/naz)
Editor : Budhi Prasetya